POHUWATO

Dianggap Tak Mampu Bangun Komunikasi, Bupati Diminta Ganti Kabag Kesra Pohuwato

 

MBharGoNews.com – Dianggap memiliki kinerja yang buruk dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di Kabupaten Pohuwato, Bate hingga para imam meminta Bupati Pohuwato untuk segera mengganti Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pohuwato, Fatma Katili.

Salah satu perwakilan Imam Kabupaten Pohuwato, Ustadz Wisno Pakaya, mengungkapkan bahwa salah satu kinerja buruk dari Kabag Kesra saat ini adalah pemberian Pohutu Sadaqah di setiap hari-hari besar Islam yang menurutnya tidak sesuai dengan jenjang jabatan imam yang diemban.

“Bagi mereka (Imam) bukan pada persoalan nominal, tapi lebih pada penghormatan jenjang jabatan Buatulo Syara’a yang selama ini dilakukan oleh Kabag Kesra sebelumnya dan Ba’ate serta unsur pemangku adat”, ungkap Wisno Pakaya, saat dikonfirmasi, Kamis (09/05/2024).

Oleh karena itu, dirinya mewakili suara hati para Imam di Kabupaten Pohuwato meminta kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga untuk segera mengevaluasi kinerja Kabag Kesra Pohuwato tersebut.

“Saya berharap, untuk Kabag Kesra ke depan agar ditempati oleh mereka yang tidak temperamental dan mampu membangun komunikasi baik dengan perangkat adat dan perangkat syara’, serta tidak merubah apa yang sudah menjadi ketentuan kedua Buatulo tersebut”, imbuhnya.

Ditemui terpisah, Ba’ate Pohuwato, Asmad N. Tuna menambahkan, semenjak beliau (Ibu Fatma Katili) menjabat sebagai Kabag Kesra Setda Pohuwato, pelaksanaan adat baik adat Mopotilolo dan lain sebagainya itu masih kurang maksimal.

Selain itu, Kabag Kesra juga ini, menurutnya, dinilai kurang komunikatif dengan para pemangku adat dan pemangku syara. Bahkan lebih parah lagi, ucapan yang dikeluarkan oleh Kabag Kesra kepada para adat dan para Imam terkadang menyakitkan hati.

“Olehnya itu, kami meminta Kabag Kesra ini agar diganti dengan orang-orang yang memiliki latar belakang keagamaan yang mendukung semua kegiatan adat dan syara tanpa merubah ketentuan-ketentuan yang ada di dalamnya”, katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Takmirul Masjid Agung Pohuwato, Ramon Abdjul menuturkan bahwa biasanya Lembaga Adat atau pemangku adat dan Masjid Agung itu memiliki hubungan erat yang baik dengan Kabag Kesra. Namun, semenjak Kabag Kesra yang baru ini, ada kegiatan keagamaan dan adat yang masih terganggu.

“Misalnya, baru diera beliau tidak ada pendistribusian hewan qurban di Masjid Agung Pohuwato. Itu pertanda putusnya komunikasi. Kemudian ditambah lagi banyak kegiatan agama dan adat yang kurang mendapatkan dukungan penuh dari Kabag Kesra”, tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Lembaga Adat Pohuwato, Ibrahim Dj Noor. Ia mendesak Bupati Pohuwato untuk segera mengganti Kabag Kesra tersebut dengan laki-laki yang sejalan dengan program-program keagamaan dan adat.

“Mungkin karena Kabag Kesra nya perempuan, jadi tidak mengerti dengan kegiatan keagamaan dan adat. Olehnya kami mengusulkan kalau Kabag Kesranya mau diganti, penggantinya harus laki-laki”, pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button