PROV. GORONTALO

Kembali, Demo APMPL Tuntut Kapolda Gorontalo Tertibkan PETI dan Copot Kapolres Pohuwato

 

MBharGoNews.com, Pohuwato – Demo jilid 3 Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli Lingkungan (APMPL) terus menyuarakan dan mendesak penertiban tambang ilegal serta meminta Kapolda Gorontalo mencopot Kapolres Pohuwato.

“Jadi hari ini kami melaksanakan aksi unjuk rasa dengan membawa 4 tuntutan”, tegas Mahmudin dalam orasinya.

Dikutip dari release yang dikirimkan ke Redaksi, Mahmudin mengatakan, masa aksi telah melakukan unjuk rasa didepan Mapolda Gorontalo.

Aksi tersebut, terang Mahmudin, merupakan aksi yang kesekian kalinya, dan meminta untuk bertemu langsung dengan Kapolda Gorontalo untuk menyampaikan secara langsung tuntutan masa aksi.

Namun sangat disayangkan, Kapolda Gorontalo tidak bisa hadir untuk menemui masa aksi, sehingga masa aksi pun kecewa dengan Kapolda Gorontalo.

Aktivis Lingkungan Rahman Patingki menambahkan, meski kecewa namun masa aksi tetap melaksanakan orasi.

Para orator aksi pun meminta Kabid Humas Polda Gorontalo yang datang menerima aksi untuk menjadwalkan pertemuan dengan Kapolda Gorontalo.

Dan itu, kata Mahmudin dan Patingki di sambut positif Kabid Humas Polda Gorontalo dan akan menjadwalkan pertemuan tersebut.

Sehingga, kata Rahman Patingki, tuntutan ingin disampaikan kepada Kapolda secara langsung bisa menghasilkan solusi dari kebijakan orang nomor satu di jajaran Kepolisian Gorontalo tersebut.

Masa aksi tidak ingin beraudiensi dengan pihak manapun selain Kapolda, mengingat tuntutan masa aksi sangatlah penting untuk di realisasikan.

Adapun tuntutan tersebut diantaranya:

1.Mendesak Kapolda Gorontalo untuk mencopot Kapolres Pohuwato karena dianggap gagal dalam menegakkan hukum dan menertibkan aktivitas pertambangan illegal di daerah tersebut.

2. Meminta Kapolda Gorontalo untuk mengamankan 18 alat berat yang telah dipolisi line dengan menurunkannya dari lokasi pertambangan.

3. Meminta Kapolda Gorontalo menertibkan serta memproses hukum pelaku tambang illegal yang ada di Kecamatan Taluditi dan ditambang illegal wilayah Kabupaten Pohuwato lainnya yang diduga sampai dengan hari ini beraktivitas .

4. Mendesak Kapolda Gorontalo untuk segera mencopot Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus).

Baik Mahmudin Mahmud maupun Rahman Patingki menilai bila tuntutan ini hanya sampai kepada pihak selain Kapolda langsung, masa aksi tidak percaya akan terealisasi.

“Karena sudah berkali-kali mencoba melakukan pelaporan kepada pihak dirkrimsus namun tidak ada tindak lanjut dari laporan tersebut”, terang Mahmudin dan aktivis lingkungan Rahman Patingki.

Sehingga dalam aksi ini masa aksi tidak ingin memberikan kesempatan kepada pihak manapun, selain Kapolda Gorontalo langsung yang beraudiensi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button