PROV. GORONTALO

Tanaman Buah Program Agroforestry BPDAS Bonebolango Di Pohuwato Mulai Berbuah

Heru Permana : Diharapkan Agar Dapat Bermanfaat Bagi Masyarakat Dalam Sisi Peningkatan Ekonomi

M’Bhargo-Gorontalo, Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Bone Bolango  adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan, guna meningkatkan daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan.

Dalam pemantauan yang dilakukan oleh  Ikal Rahim, Ketua LSM Pohuwato Watch pada beberapa  lokasi kegiatan RHL di Kabupaten  Pohuwato, program yang telah memasuki 2 Tahun  tersebut tampak berjalan dengan baik, dan untuk tanaman buah-buahan terlihat sudah mulai berbuah.

Seperti yang tampak pada kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola oleh KPH 1-2 Gorontalo Barat seluas  80 Ha di Desa Kelapa Lima dan  Desa Babalonge Kecamatan Lemito Kabupaten Pohuwato..

Dalam kegiatan tersebut ada tanaman kayu-kayuan sebesar 30% seperti jenis mahoni, gamelina, nyatoh, dan buah-buahan sebesar 70% yang ditanam seperti jenis durian, jambu mente dan rambutan, yang tampak mulai berbuah adalah jambu mente.

“Dari segi tujuan program  untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan,  masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomis dari buah yang dihasilkan dari tanaman RHL selain itu juga nilai manfaat untuk lingkungan adalah adanya konservasi tanah dan air serta meminimalkan terjadinya bencana lingkungan seperti banjir, longsor dan lainnya melalui program ini,” kata Ikal

Sementara itu Kepala BPDS Bone Bolango Heru Permana, melalui Bakri Nongko, mengatakan bahwa RHL   dengan Pola Agroforestry adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung produktifitas dan perannya dalam mendukung sistim penyangga tetap terjaga,

“ BPDAS Bone Bolango terus melaksanakan sosialisasi dan penguatan kapasitas masyarakat khususnya kepada kelompok masyarakat petani penggarap terkait program agrofotesry yang sudah berjalan. Ini untuk memastikan tujuan dari agroforestry yaitu agar daya dukung hutan dan lahan bisa dipulihkan sekaligus tetap memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat bisa tercapai” jelas Bakri Nongko.

Untuk saat ini ada beberapa lokasi kegiatan yang tanamannya sudah mulai berbuah terutama jenis jambu mente. Durian, rambutan juga tanamannya sudah mulai besar-besar yang mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa menghasilkan buah yang tentunya akan memberi nilai ekonomi buat masyarakat dan lingkungan.

Pada kegiatan Tahun 2023 ini ada beberapa kegiatan lanjutan pemeliharaan tanaman tahun kedua yang dilaksanakan baik secara swakelola maupun dengan pihak penyedia di Pohuwato, yaitu antara lain Babalonge dilakukan oleh Japesda, di Desa Babalonge dan kelapa Lima dilaksanakan oleh KPH 1-2 Gobar, CV Ismail Lestari di Desa Kelapa Lima, dan lokasi lainnya.

“ Kami berharap hal ini dapat merubah mindset khususnya kepada masyarakat untuk dapat menjaga dan merawat semua tanaman RHL tersebut  dengan baik, sehingga dapat dijadikan sumber penghasilan selain tanaman jangka pendek bagi masyarakat itu sendiri dan produktifitas hutan dan lahan pun akan semakin membaik,” pungkasnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button