POHUWATO

Lembaga Aliansi Indonesia Gorontalo Soroti Pengelolaan IPAL RSUD Bumi Panua yang tak Optimal

Harson Ali : Padahal itu dibangun dengan anggaran Rp.1,5 Milyar

 

MBharGoNews.com, Pohuwato – Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Gorontalo menyoroti pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua, Kabupaten Pohuwato serta 5 Puskesmas yang ada diwilayah tersebut.

Koordinator LAI Gorontalo Harson Ali, kepada awak media ini Kamis (09/02/2023) mengabarkan bahwa, IPAL RSUD Bumi Panua yang berbanderol Rp.1,5 M tersebut disinyalir tidak berfungsi optimal, sehingga dikhawatirkan akan berdampak ke lingkungan serta masyarakat diwilayah tersebut.

Menurut Harson, IPAL Rumah Sakit, adalah istilah yang tidak terlalu dikenal. Padahal, keberadaannya sangat penting bagi kehidupan hidup manusia sehari-hari.

Apalagi, lanjut Harson, jika dilihat dari segi manfaat IPAL Rumah Sakit itu sendiri. Dan jika IPAL Rumah Sakit tidak ada. Akan bisa di bayangkan kerusakan lingkungan yang terjadi serta efek dampak lingkungan terhadap air permukaan dan sepanjang aliran yang dilaluinya.

Harus diingat, dampak tata kelola IPAL yang buruk, dan bahkan limbah rumah sakit, memiliki sifat yang sangat berbahaya sehingga IPAL Rumah Sakit adalah fasilitas yang mutlak dimiliki oleh setiap rumah sakit.

Sehingganya LAI, kata Harson, apakah tata kelola IPAL rumah sakit yang dibangun dengan menggunakan anggaran besar itu, optimal atau biasa-biasa saja.

“Saya ada kecurigaan dengan tender bangunan yang terkesan dipaksakan sehingga berdampak pada tata kelola”, ungkapnya.

Selain RSBP, kata Harson, pihaknya juga melirik dugaan pembangunan serta tata kelola IPAL di 5 Puskesmas di Kabupaten Pohuwato yang pagu anggarannya mencapai 3,5 Milyar.

“Seperti apa nanti, kita lihat endingnya dan saya akan terus berkoordinasi dengan APH, bila ditemukan ada indikasi dan unsur penyalahgunaan”, ungkapnya serius.

Dirinya pun berharap, agar tidak menjadi masalah lingkungan kedepan, maka pihak rumah sakit dan puskesmas dapat memperbaiki tata kelola IPAL dengan optimal.

Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga, kata Harson sangat peka dengan kesehatan masyarakatnya, sehingga dengan mengolah air limbah rumah sakit yang beracun menjadi air bersih yang aman dibuang ke saluran pembuangan, sungai, atau sumber air lainnya tanpa risiko dan membahayakan kesehatan atau mencemari lingkungan, sama dengan merespon harapan Bupati terkait betapa pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

Menjaga lingkungan rumah sakit tetap sehat, aman, dan nyaman bagi siapa pun yang beraktivitas di rumah sakit, seperti pegawai, pasien, maupun para pengunjung.

“Karena IPAL rumah sakit adalah hal yang diwajibkan oleh peraturan pemerintah, rumah sakit akan terhindar dari sanksi atau permasalahan hukum yang dapat mengganggu kelancaran pelayanan rumah sakit”, pungkasnya. (PJS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button