DAERAH

Bayar Rp2,5 Juta untuk Wisuda, Orang Tua Wisudawan UKIT Tomohon Malah Klaim Tak Kebagian Kursi

Mbhargo, Gorontalo (Sulut)-Pelaksanaan wisuda Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) di GMIM Mission Center menjadi sorotan setelah muncul keluhan dari seorang yang mengaku sebagai orang tua wisudawan terkait penataan tamu dan ketersediaan tempat duduk.

 

Keluhan tersebut mencuat melalui media sosial dan kemudian diberitakan oleh Sentral Nusantara Berjaya pada Senin (28/9/2026). Dalam unggahan yang disebut berasal dari akun Facebook SULUT VIRAL dengan nama pengguna KebaikanTuhanJesus, pengunggah mengaku telah membayar biaya wisuda sebesar Rp2,5 juta, termasuk biaya undangan untuk dua orang tua.

 

Menurut pengakuan tersebut, keluarga wisudawan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WITA. Pada awalnya, undangan disebut masih diperiksa oleh petugas sebelum tamu memasuki lokasi acara.

 

Namun, persoalan disebut muncul ketika acara telah berlangsung. Pengunggah mengklaim pengawasan di pintu masuk tidak lagi dilakukan secara ketat sehingga sejumlah orang dapat masuk tanpa menunjukkan undangan.

 

Kondisi itu, menurut klaim yang beredar, berdampak pada ketersediaan kursi. Sejumlah kursi yang semestinya digunakan oleh wisudawan dan orang tua disebut telah terisi oleh pengunjung lain.

“Ortu dan wisudawan yang membayar 2.5 JT itu tak mendapat kursi,” demikian isi keluhan yang dikutip dalam pemberitaan tersebut.

 

Keluhan ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengaturan tamu dalam kegiatan wisuda, terutama menyangkut pemeriksaan undangan, kapasitas lokasi, serta jaminan tempat bagi wisudawan dan orang tua.

Jika benar terdapat tamu yang masuk tanpa undangan, publik tentu membutuhkan penjelasan mengenai bagaimana sistem pengawasan diterapkan selama acara berlangsung.

 

Begitu pula apabila persoalan terjadi karena kapasitas tempat duduk tidak sebanding dengan jumlah tamu, perlu dijelaskan bagaimana panitia melakukan perencanaan dan antisipasi sebelum acara digelar.

 

Wisuda merupakan momentum penting bagi mahasiswa dan keluarga setelah menyelesaikan perjalanan pendidikan. Karena itu, aspek pelayanan dan kenyamanan orang tua serta wisudawan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan acara.

Panitia Diminta Beri Penjelasan

Sorotan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan kursi. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana tata kelola dan pelayanan terhadap keluarga wisudawan yang hadir berdasarkan undangan dapat dipastikan berjalan tertib.

 

Hingga pemberitaan sumber tersebut diterbitkan, pihak UKIT Tomohon maupun panitia wisuda disebut belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan tersebut. Sementara itu, keluhan yang beredar masih merupakan klaim dari pihak yang mengunggahnya dan belum terverifikasi secara independen.

 

Karena itu, klarifikasi dari pihak UKIT Tomohon dan panitia wisuda penting untuk memberikan gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lokasi.

 

Publik pada akhirnya membutuhkan penjelasan yang terang: apakah persoalan tersebut disebabkan kapasitas lokasi, sistem pemeriksaan undangan, pengaturan tempat duduk, atau faktor teknis lainnya.

 

Dengan adanya klarifikasi resmi, polemik yang berkembang di media sosial dapat ditempatkan secara proporsional dan tidak berkembang hanya berdasarkan satu sisi informasi.

( Tim- JR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button