30 Tahun Berlalu, Angkatan 96 SMANSA Gorontalo Kembali Bersatu: Nostalgia, Tawa, dan Kenangan dalam Reuni Akbar

M’Bhargo,Gorontalo— Tiga puluh tahun bukan waktu yang singkat. Rambut mungkin mulai memutih, kesibukan dan perjalanan hidup telah membawa masing-masing alumni ke jalan yang berbeda. Namun, ketika kembali bertemu, suasana seakan membawa mereka kembali ke masa putih abu-abu.

Itulah yang terlihat dalam Reuni Akbar Angkatan 1996 SMANSA Gorontalo, Sabtu, 8 Agustus 2026. Reuni yang dirangkaikan dengan peringatan HUT SMANSA Gorontalo 2026 tersebut berlangsung penuh keakraban, tawa dan nostalgia.

Para alumni yang dahulu duduk bersama di bangku sekolah kini kembali berkumpul dalam satu suasana. Tak ada lagi sekat profesi, jabatan maupun kesibukan. Yang tersisa adalah cerita lama, persahabatan dan kenangan yang pernah mereka ukir bersama.
Berbagai games dan kegiatan kebersamaan turut digelar untuk memeriahkan acara. Gelak tawa para alumni pecah ketika permainan mulai mengingatkan kembali pada suasana masa sekolah.
Ketua Panitia Reuni Angkatan 96, Fikri Arbie, mengatakan reuni tersebut bukan hanya bertujuan untuk memeriahkan HUT SMANSA Gorontalo, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kembali tali silaturahmi setelah tiga dekade berlalu.
Menurut Fikri, perjalanan selama 30 tahun telah membawa masing-masing alumni pada kehidupan dan kesibukan yang berbeda. Karena itu, reuni menjadi kesempatan untuk kembali menyatukan hati dan menghilangkan berbagai perbedaan.
“Selain untuk memeriahkan HUT SMANSA Gorontalo, kegiatan ini juga untuk mengenang kisah kasih kita selama di sekolah. A.96 sampai 2026 sudah 30 tahun. Mari kita satukan hati, tidak ada perbedaan di antara kita,” ujar Fikri.
Semangat kebersamaan itulah yang menjadi warna utama reuni tahun ini.
Kegiatan diawali dengan jalan sehat. Setelah itu, para alumni berkumpul di JDS Warkop 35 Gorontalo untuk melanjutkan rangkaian acara silaturahmi, games dan berbagai aktivitas bersama.
Momen pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk saling bertukar cerita. Ada yang mengenang masa-masa belajar, cerita lucu ketika masih berseragam, hingga kisah persahabatan yang tetap bertahan meski telah dipisahkan jarak dan waktu.
30 tahun ternyata tidak mampu menghapus kenangan.
Justru setelah tiga dekade, kenangan itu kembali terasa begitu dekat ketika para alumni Angkatan 96 duduk dan bercanda bersama.
Reuni tersebut menjadi bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu. Di sana pula lahir persahabatan, persaudaraan dan cerita kehidupan yang terus dibawa hingga dewasa.
Angkatan 96 SMANSA Gorontalo pun kembali membuktikan satu hal: waktu boleh berlalu, kehidupan boleh berubah, tetapi persahabatan dan kenangan tidak mudah hilang.
Hari itu, mereka bukan lagi sekadar alumni.
Mereka kembali menjadi anak-anak SMANSA Gorontalo yang pernah bermimpi, tertawa dan tumbuh bersama 30 tahun lalu




