NASIONAL

LSM Kibar Nusantara Merdeka KNM Akan Gelar Demo Damai Terkait Pencabutan Izin Berlayar

M’Bhargo,Jakarta – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kibar Nusantara Merdeka (KNM) berencana menggelar aksi demonstrasi damai menuntut penyelesaian kasus pencabutan izin berlayar oleh Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP). Aksi tersebut juga mendesak agar pemilik perusahaan Surya Pacific Indonesia (SPI) segera diperiksa oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

 

Koordinator aksi, Jonanis Missah dan M. Ratulangi, menyatakan penyesalan mendalam atas kebakaran yang terjadi pada 20 Juli 2025. Mereka menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat dan nelayan. “Kami tidak ingin situasi ini berlarut-larut tanpa kejelasan hukum,” ujar Jonanis.

 

LSM KNM telah mengajukan pemberitahuan aksi demo damai kepada kepolisian setempat. Aksi tersebut rencananya akan digelar secara besar-besaran dengan melibatkan Aliansi masyarakat Nusa Utara,yang merasa dirugikan karena termasuk korban dalam kebakaran pada saat kebakaran kapal.

 

Mereka menilai pencabutan izin berlayar secara sepihak oleh KSOP baik adanya tapi lebih baik lagi jika pengelola kapal diperiksa atas dugaan kelalaian menyediakan fasilitas kesalamatan diatas kapal.

 

Aksi ini juga menjadi sorotan publik setelah kebakaran misterius di pelabuhan pada pertengahan Juli lalu. KNM menduga ada keterkaitan antara kebakaran tersebut dengan konflik izin berlayar, meskipun hal ini masih memerlukan investigasi lebih lanjut.

 

Polisi setempat menyatakan telah menerima surat pemberitahuan aksi dan akan mengamankan jalannya aksi damai itu.

 

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari KSOP maupun perusahaan SPI terkait rencana demonstrasi tersebut. Masyarakat dan pengguna pelabuhan tidak perlu kuatir dengan aksi damai ini karena semua akan berjalan aman dan tertib sesuai aturan yang ada.

 

( kaperwil sulut Jansen Rarung)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button