Danrem 133/NW Targetkan Cetak Sawah Pohuwato Tuntas Akhir Maret 2026

MBharGoNews.com – Upaya percepatan program strategis ketahanan pangan nasional melalui pembukaan lahan sawah baru dan pembangunan jaringan irigasi terus dilakukan di Kabupaten Pohuwato.
Hal tersebut ditandai dengan rapat kerja sama program Cetak Sawah (CS) dan pembangunan Irigasi Tersier yang berlangsung di Ruang Puskodal Makodim 1313/Pohuwato, Desa Pohuwato Timur, Kecamatan Marisa, Senin (5/1/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, dan dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 1313/Pohuwato, Letkol Arm Fiad Swandana.
Turut hadir dalam rapat tersebut di antaranya Kasi Intel Kasrem 133/NW Kolonel Kav Erwandarno, Kasiter Kasrem 133/NW Kolonel Kav Eko Julianto Ramadan, Kadis Pertanian Pohuwato Kamri Alwi, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II, Tim SID, unsur transmigrasi, para kepala desa se-Kecamatan Randangan dan Patilangio, serta unsur TNI lainnya.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Hardo Sihotang mengatakan bahwa program Cetak Sawah dan Irigasi Tersier di Pohuwato harus rampung sesuai perjanjian kerja sama (PKS) paling lambat 31 Maret 2026.
Saat ini, kata dia, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait kepemilikan lahan, pematokan batas lahan, hingga keterbatasan alat berat yang berdampak pada lambatnya proses pengerjaan.
“Percepatan pembebasan lahan harus segera diselesaikan. Kepala desa diharapkan lebih aktif turun ke lapangan, melakukan survei, serta menjembatani komunikasi dengan pemilik lahan,” tegas Brigjen Hardo.
Jenderal bintang satu ini juga menyampaikan bahwa pada 8 Januari 2026 akan dilakukan peninjauan oleh tim khusus dari Provinsi Gorontalo untuk melihat progres Cetak Sawah dan pembangunan Irigasi Tersier di wilayah Pohuwato.
Program Cetak Sawah ini direncanakan mencakup 17 desa dengan total luasan mencapai 1.001 hektare yang tersebar di Kecamatan Randangan dan Kecamatan Patilangio.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pohuwato, Kamri Alwi menyampaikan bahwa kendala utama di lapangan masih berkaitan dengan ketidakhadiran pemilik lahan saat alat berat mulai bekerja serta persoalan batas kepemilikan lahan.
Dia juga mengungkapkan rencana penambahan kontrak PKS untuk Cetak Sawah seluas kurang lebih 4.000 hektare di Pohuwato yang direncanakan akan ditandatangani pada 31 Maret 2026.
“Untuk mengejar target, akan didirikan posko di Kecamatan Randangan dan Patilangio serta penambahan alat berat. Lokasi Cetak Sawah nantinya akan ditanami padi Bekongga yang cocok untuk lahan kering dan basah,” jelas Kamri.
Dalam rapat tersebut, perwakilan warga desa juga menyampaikan sejumlah masukan, termasuk masih adanya penolakan dari sebagian warga karena lahan yang akan dicetak merupakan kebun kelapa yang telah produktif.
Warga juga meminta agar terlebih dahulu dibangun plat deker, penguatan saluran pembuangan, serta pintu klep air guna mencegah banjir dan luapan air ke permukiman.
Rapat koordinasi ini ditutup pada pukul 13.20 Wita dalam keadaan aman dan lancar. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi dan mempercepat pelaksanaan program Cetak Sawah dan pembangunan Irigasi Tersier demi mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pohuwato.




