Peresmian Jembatan GARUDA Oleh Pangdam XIII/Merdeka: Wujud Sinergi Negara Hadir Membangun Konektifitas Rakyat

M’Bhargo, Gorontalo, (Kabgor)- Rabu ( 20/05/26 )– Sebuah tonggak sejarah pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Gorontalo terukir indah pada hari Rabu pagi. Bertempat di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, telah dilaksanakan acara puncak peresmian Jembatan Garuda, proyek strategis nasional yang dibangun untuk membuka akses, memperlancar mobilitas, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P, didampingi jajaran pimpinan TNI, unsur Pemerintah Daerah, serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai tepat pukul 09.33 WITA dengan suasana yang penuh haru dan sukacita dari warga sekitar. Kehadiran Mayjen TNI Mirza Agus tidak sendirian, melainkan turut dihadiri oleh pejabat tinggi jajaran Kodam XIII/Merdeka dan Korem 133/Nani Wartabone, antara lain Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang (Danrem 133/NW), Kolonel Inf. Parsaoran Sirait, S.A.P., M.M (Kasrem 133/NW), Kolonel Kav. Ilham Faisal Siregar (Asintel Kasdam XIII/Mdk), Kolonel Inf. Endik Hendra Sandi S.Sos., M.I.Pol., M.H. (Asops Kasdam XIII/Mdk), Kolonel Inf. Daniel E.S Lalawi (Aster Kasdam XIII/Mdk), Kolonel Kav. Erwandarno (Kasi Intel Kasrem 133/NW), Letkol Inf. Hendra Mirza, S.E., M.Si. (Kasi Ops Kasrem 133/NW), dan Letkol Arh. Rifagil (Kasmin Pangdam XIII/Mdk).
Sinergitas antar lembaga juga tercermin jelas dengan kehadiran unsur Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, S.T. Turut hadir pula Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, S.H (Dandim 1315/Kab. Gorontalo), AKBP Ki Ide Bagus Tri, S.IK (Kapolres Gorontalo), Letkol Inf Kaisar Bagus, S.A.P, M.A.P, M.Sc (Danyonif 715/MTL), Ketua serta Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten Gorontalo, Kepala Dinas PUPR, Camat Telaga Biru, Kepala Desa Ulapato B, para Komandan Rayon Militer, serta para tamu undangan dan masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar, dimulai dari pembukaan acara, laporan pelaksanaan pembangunan jembatan yang disampaikan oleh Komandan Kodim 1315/Gorontalo, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan penting, doa restu, prosesi pemotongan pita sebagai tanda peresmian, pemberian tali asih, peninjauan kesehatan, sesi wawancara pers, hingga diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh elemen yang hadir. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 10.32 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.
Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, S.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran dan perhatian Komando Daerah Militer XIII/Merdeka terhadap wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Jembatan Garuda merupakan program infrastruktur nasional yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui kolaborasi kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Program ini memiliki misi mulia: menyediakan solusi akses jalan penghubung bagi masyarakat di wilayah pedalaman, terpencil, dan perbatasan.
“Pembangunan Jembatan Ulapato B ini memiliki arti yang sangat strategis, karena menjadi sarana penghubung antar wilayah, memperlancar akses transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, perdagangan, dan jasa,” tegas Bupati Sofyan Puhi. Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberadaan jembatan ini adalah bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan daerah demi kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Mayjen TNI Mirza Agus dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas kerja keras semua pihak — baik prajurit TNI, pemerintah daerah, maupun masyarakat — yang bahu-membahu hingga jembatan ini berdiri kokoh dan selesai tepat waktu. Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar bangunan beton yang menghubungkan dua titik wilayah semata, namun memiliki makna filosofis yang jauh lebih besar.
“Jembatan adalah simbol persatuan, pembangunan, dan simbol hadirnya negara di tengah rakyat. Jembatan Garuda ini adalah simbol pemerataan pembangunan yang diharapkan menjadi urat nadi baru bagi aktivitas masyarakat, memperlancar mobilitas warga, memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, mendukung distribusi hasil pertanian dan perdagangan, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar,” ujar Pangdam XIII/Merdeka dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Pangdam menjelaskan konteks besar program ini secara nasional agar dapat dipahami maknanya oleh seluruh lapisan masyarakat. Diketahui, dari target pembangunan 6.000 titik Jembatan Garuda yang tersebar di seluruh Indonesia, hingga tahap keempat ini telah diprogramkan pembangunan sebanyak 1.288 titik, dan alhamdulillah capaian pembangunan yang telah selesai mencapai 390 titik. Angka ini menunjukkan keseriusan negara dalam menjawab kebutuhan dasar rakyat akan aksesibilitas.
“Keterlibatan TNI dalam membantu percepatan pembangunan wilayah merupakan bagian dari pengabdian nyata kami kepada masyarakat. Kodam XIII/Merdeka memandang bahwa pembangunan infrastruktur seperti ini memiliki nilai yang sangat strategis karena secara langsung menyentuh kebutuhan rakyat,” tambah Mayjen TNI Mirza Agus.
Sebagai penutup arahannya, Pangdam berharap agar keberadaan jembatan ini dapat dijaga kelestariannya. “Jangan hanya dipandang sebagai bangunan beton semata, tetapi jadikan sebagai warisan pembangunan untuk generasi mendatang. Mari kita pelihara dan manfaatkan sebaik-baiknya demi kemajuan bersama,” pesannya. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah yang maju, aman, dan sejahtera.
Kegiatan peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas antara TNI, Pemerintah, dan Masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pembangunan di daerah. Jembatan Garuda Desa Ulapato B kini berdiri kokoh, tidak hanya menghubungkan jalan antar desa, tetapi menyambungkan harapan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kecamatan Telaga Biru dan Kabupaten Gorontalo pada umumnya. Hadirnya negara melalui infrastruktur ini menjadi jaminan bahwa tidak ada wilayah yang terabaikan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
*M’Bhargonewscom*




