Pelayanan Puskesmas Limboto Dikeluhkan, Pasien Soroti Sikap Petugas hingga Ruang Anak Terkunci

M’Bhargo, Kabupaten Gorontalo (Limboto) – Pelayanan di Puskesmas Limboto kembali dikeluhkan warga. Seorang ibu yang bernama Lextina membawa anaknya berobat mengaku kecewa dengan sikap petugas yang dinilai tidak profesional serta buruknya fasilitas pelayanan anak di puskesmas tersebut.Senin (18/05/26)
Kepada media ini, ibu tersebut menceritakan pengalamannya saat mendampingi anaknya berobat. Ia mengaku telah mengikuti prosedur dari ruang depan dan menunggu antrean cukup lama. Namun, ketika sudah berada di ruang pemeriksaan dokter, dirinya justru diminta kembali ke ruang lobi untuk melakukan screening ulang.
“Padahal saya sudah dari depan, sudah antre lama. Tapi saat di ruangan dokter, salah satu perawat pendamping menyuruh saya kembali lagi ke depan untuk screening,” ungkapnya.
Ia mengaku kecewa bukan hanya karena harus bolak-balik, tetapi juga karena cara penyampaian petugas dinilai tidak beretika.
“Cara penyampaiannya menurut saya tidak mencerminkan etika pelayanan. Saat berbicara pun sambil melihat handphone,” katanya dengan nada kesal.
Menurutnya, setelah kembali ke bagian depan, petugas screening justru mempertanyakan alasan dirinya diminta melakukan screening ulang, sebab data seperti berat badan dan pemeriksaan awal sudah tercatat sebelumnya.
“Petugas di depan juga bingung kenapa saya disuruh screening lagi, karena semua data sudah ada,” tambahnya.
Tak hanya soal pelayanan, ia juga menyoroti kondisi fasilitas khusus anak di puskesmas tersebut. Ruangan anak yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi pasien balita dan anak-anak disebut dalam keadaan terkunci dan tampak kurang terawat.
“Banyak anak datang berobat, tapi hanya bermain di koridor puskesmas. Sementara ruang khusus anak justru terkunci dan terlihat kotor,” pungkasnya.
Keluhan ini memunculkan sorotan terhadap kualitas pelayanan publik di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut. Masyarakat berharap pihak manajemen Puskesmas Limboto dapat melakukan evaluasi terhadap etika pelayanan petugas serta memastikan fasilitas pelayanan anak dapat difungsikan dengan baik demi kenyamanan pasien.




