Syarifudin Bano Pastikan Gorontalo Dapat Rp158 Miliar untuk Irigasi di Tengah Kekeringan 5 Bulan

M’Bhargo,GORONTALO (Kabgor) – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syarifudin Bano, memastikan Provinsi Gorontalo mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp158 Miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan irigasi. Kepastian ini diperoleh usai Komisi III melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PU, Kamis (22/10/2026) pukul 10.45 Wita.
Rombongan Komisi III diterima langsung oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU, Jenderal Arnold. Kehadiran Dirjen SDA tersebut merupakan bentuk perhatian khusus, mengingat beliau adalah mantan Danrem Gorontalo yang memiliki kedekatan emosional dan menyebut Gorontalo sebagai rumah keduanya setelah Poso.
Dalam pertemuan tersebut, Syarifudin Bano yang juga menjabat sebagai Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Gorontalo menyampaikan kondisi riil pertanian Gorontalo. Ia menjelaskan, sebagian besar lahan pertanian masyarakat sangat mengandalkan irigasi, namun saat ini petani tengah menghadapi kekeringan yang sudah berlangsung hampir lima bulan.
Atas kondisi itu, Komisi III meminta penambahan alokasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta perbaikan sejumlah jaringan irigasi di Provinsi Gorontalo, khususnya di Kabupaten Gorontalo. Permintaan tersebut direspon positif oleh Dirjen SDA yang menyatakan komitmennya untuk membantu pengembangan pertanian Gorontalo.
Syarifudin menjelaskan, alokasi Rp158 Miliar yang diperoleh tahun ini terdiri dari program jaringan irigasi tersier, bendungan, dan Jaringan Irigasi Air Tanah. Dalam kesempatan itu, ia juga meminta percepatan proses penurunan DIPA untuk 34 titik JIAT tahap pertama agar pekerjaannya dapat segera dilaksanakan.
“Insya Allah mulai minggu depan ini akan segera mulai pekerjaannya. Dari 34 titik itu, Kabupaten Gorontalo mendapatkan 15 titik, dan 13 titik diantaranya ada di Boliyohuto CS,” ungkap Syarifudin Bano.
Selain JIAT, Komisi III juga memastikan perbaikan Daerah Irigasi (DI) yang menjadi sumber pengairan persawahan dan sudah lama tidak mendapatkan alokasi anggaran. Perbaikan tersebut dipastikan tetap masuk dalam kegiatan Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai dan akan dikerjakan mulai minggu depan untuk tahap satu dan tahap dua.
Khusus untuk Kabupaten Gorontalo, tahun ini mendapatkan 8 paket perbaikan jaringan irigasi dengan nilai anggaran yang cukup besar. Paket tersebut antara lain DI Karya Mukti, DI Molalahu, DI Hunggaluwa, DI Helumo, dan DI Mohiyolo, yang sebagian besar berada di wilayah Boliyohuto CS.
Menurut Syarifudin, keberhasilan ini merupakan hasil komitmen dan kerja sama yang baik antara DPRD Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Ia berharap program ini dapat membantu para petani yang terdampak kekeringan serta menjaga ketahanan pangan di Gorontalo, ujar aleg Demokrat ini.
*M’Bhargonewscom*




