Uncategorized

Pembangunan Bandara Pohuwato terakomodir dalam RPJMN 2020-2024

 

MBharGoNews.com, Pohuwato – Pembangunan Bandar Udara (Bandara) di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato terakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

Hal tersebut terungkap dalam rapat evaluasi progres capaian pembangunan bandara baru yang dihadiri langsung oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga yang didampingi Wakil Bupati Suharsi Igirisa, Kadis Perhubungan Provinsi, Muh. Jamal Nganro, Kadis Perhubungan Pohuwato Yunus Mohamad, KPA Bandar Udara Pohuwato Dian Wahyudi, Pencatat Aset Bandara Boul Sadli Agus Darise, dan Pengawas Lapangan Suwardi Gafur, di Meeting Room Kantor Bupati Pohuwato, Kamis (17/02/2022).

Banyak hal yang dikemukakan oleh Ditransport Zainudin dan Bagren DJPU Ary, terutama mengenai kesiapan daerah terkait dengan bandara yang ada maupun yang akan segera di bangun. “Karena dari 21 bandara tersebut sudah ada yang beroperasi, dan sebagian besar sudah ada pembangunannya”, ujarnya.

Diakui, untuk bandara pohuwato, sudah cukup lama pembangunannya, yang kemudian pada tiga tahun terakhir diusulkan dan mendapatkan dana SBSN yang telah dimulai 2022.

“Mudah-mudahan dengan anggaran SBSN ini segera bisa dinikmati oleh masyarakat atau sudah bisa beroperasi. Untuk akses atau jalan menuju bandara yang menjadi tanggungjawab provinsi diminta bisa diselesaikan setelah pekerjaan bandara tersebut selesai”, katanya.

Selaku pemerintah daerah, Bupati Saipul menyambut baik langkah pemerintah pusat terutama perhatian atas pembangunan bandara pohuwato yang sejak cukup lama diperjuangkan oleh pemda dan masyarakat pohuwato.

“Karena keberadaan dari bandar udara itu sangat dibutuhkan, mengingat jangkauan yang cukup jauh sampai ke bandara Jalaluddin serta perkembangan dari pohuwato itu sendiri yang semakin hari semakin meningkat”, kata Bupati Saipul.

Artinya, kata Bupati Saipul, pembangunan bandara tersebut seiring dengan perkembangan yang ada di daerah itu sendiri, dan pohuwato saat ini telah layak memiliki bandara dengan banyaknya penduduk dari luar daerah yang sudah menjadi warga pohuwato.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Provinsi, Muh. Jamal Nganro menambahkan, jalan menuju ke bandara sekitar 10 kilometer dari jalan utama. “Dari 10 KM itu 7 KM yang sudah teraspal, sisanya 3 KM belum diaspal karena menunggu pekerjaan bandara selesai”, ungkapnya. (Kris)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button