Uncategorized

Tingkatkan Kompetensi Guru, AGPAII Pohuwato Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

 

MBharGoNews.com, Pohuwato – Diterapkannya kurikulum Merdeka Belajar pada tahun ajaran 2022/2023 membuat setiap guru berbenah dalam menyesuaikan kebijakan Mendikbud Ristek RI. Menyikapi implementasi kurikulum ini, setiap guru harus bisa menyelaraskan adanya perubahan karena pelaksanaan Kurikulum Merdeka tak lepas dari peran guru termasuk guru Pendidikan Agama Islam.

Guru PAI se-Kabupaten Pohuwato, melalui Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Pohuwato menggelar workshop bertajuk Implementasi Kurikulum Merdeka, yang dihadiri oleh seluruh guru PAI jenjang SD, SMP, SMA/SMK, SLB se-Kabupaten Pohuwato, di Aula Kantor Kementerian Agama Pohuwato, Selasa (06/09/2022).

Hadir dalam pembukaan workshop ini adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato Ust. Fahry J Djafar, Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato Ikbar AT Salam, Kepala Seksi PAIS Kemenag Syaiful Anam dan Ketua AGPAII Pohuwato Fadlun Saleh.

Menurut Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Pohuwato, Fadlun Saleh, S.Ag., M.Pd, kegiatan kompetensi guru ini, sejak tahun-tahun sebelumnya terus dilaksanakan. Hal tersebut dilakukan pihaknya untuk lebih mendorong peningkatan kompetensi guru pendidikan agama Islam.

Fadlun Saleh menjelaskan, guna peningkatan kompetensi guru PAI, tentu langkah yang ditempuh tidaklah hanya berdiam diri saja, melainkan ada beberapa jenis kegiatan yang sudah dilaksanakan.

“Dan hari ini kami AGPAII yang merupakan satu organisasi mewadahi seluruh guru agama se-Kabupaten Pohuwato dari semua jenjang pendidikan kembali bergeliat dengan satu kurikulum yakni kurikulum merdeka”, tutur Fadlun.

Memang, menurut Fadlun, belum semua sekolah melaksanakan kurikulum merdeka sesuai dengan SK Mendikbud. Namun begitu, ia mengajak kepada para guru PAI untuk merubah mindset atau pola berpikir dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin hari semakin berkembang.

“Untuk itu, mari sama-sama kita rubah mindset, seperti apa sih konsep kurikulum merdeka, seperti apa filosofi pendidikan yang dilontarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Jangan kita terlena dengan zona nyaman bahwa saya sebagai guru tentu saya punya kompetensi dan bisa melakukan segala hal, tidak seperti itu. Namun, sebagai guru tidak pernah ada kata untuk berhenti belajar, mari kita belajar karena ditangan kitalah masa depan generasi-generasi emas”, ujar Fadlun.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Pohuwato Ikbar AT Salam dalam sambutannya mengatakan hingga saat ini di semua jenjang pendidikan baik Paud, SD, SMP, SMA/SMA, SLB dan Sekolah-sekolah swasta di Pohuwato sudah harus menerapkan kurikulum merdeka.

Meski diakui, dikalangan para guru umum, bahkan guru-guru islam masih ada yang belum memahami betul apa kurikulum merdeka ini, bagaimana mengimplementasikannya.

“Ini masih akan terus di dorong oleh pemerintah melalui kementerian pendidikan lewat berbagai macam program kegiatan guna mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka ini, karena kurikulum itu sebagai rohnya daripada pendidikan”, jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato Drs. Hi Fahry J. Djafar M.Hi, berharap output yang nantinya dihasilkan dari kegiatan tersebut selanjutnya dapat diimplementasikan pada proses pembelajaran peserta didik.

Dengan begitu, kata Fahry, para peserta didik bukan hanya akan ahli di bidang akademik, tapi juga di life skillnya, dibarengi dengan akhlak mulia serta menjadi pribadi muslim yang moderat, saling menghargai antar sesama.

“Saya berharap, kegiatan seperti ini dapat melahirkan perubahan yang mengarah pada proses pembelajaran bagi peserta didik, di mana mereka nantinya tidak saja ahli pada bidang akademik tapi juga mahir pada life skill, sejalan dengan perubahan zaman saat ini,” tutup Fahry. (Kris)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button