POHUWATO

Heboh Dugaan Pungli di Dinkes Pohuwato, Sekretaris Dinas: “Kalau Tidak Mau, Jangan Kerja Disini”

MBharGoNews.com – Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansi tersebut diduga diminta memberikan iuran untuk pengadaan sapi kurban.

Informasi itu diketahui dari pesan WhatsApp yang beredar di grup internal masing-masing bidang di Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.

Dalam pesan yang diterima kru redaksi, himbauan tersebut diduga berasal dari Kepala Dinas Kesehatan yang kemudian diteruskan kepada Sekretaris Dinas, lalu disampaikan ke kepala bidang, kepala seksi hingga staf.

Himbauan itu disebut tidak disampaikan melalui grup besar Dinas Kesehatan, melainkan diteruskan secara pribadi atau japri kepada masing-masing kepala bidang dan kepala seksi untuk diteruskan ke bawahan.

“Ass….utk sapi qurban Dikes, uang yg kt kumpul per bidang. Utk staf 100rb per org, seksi 250 RB, dan kabid 400rb,” demikian isi percakapan WhatsApp yang diterima redaksi, Selasa (26/5/2026).

Dalam tangkapan layar percakapan tersebut, nama Kabid Irwan disebut sebagai pihak yang pertama kali meneruskan pesan tersebut.

“Assalamualaikum meneruskan wa dari ibu sek,” tulis Kabid Irwan dalam screenshot percakapan itu.

Menanggapi beredarnya percakapan tersebut, kru media mencoba melakukan konfirmasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.

Melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, dr Yenny Ahmad, pihaknya tidak membantah adanya percakapan tersebut.

“Siapa yang ba lapor itu, dorang (mereka) pe maksud apa, sampe melapor di media, bo lucu dorang ini e?,” kata dr Yenny saat dikonfirmasi.

Dia pun menjelaskan, bahwa permintaan tersebut merupakan bentuk partisipasi internal di lingkungan Dinas Kesehatan, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Ini kan instansi, untuk dinas kesehatan, bukan untuk pribadi. Kalau bagitu dorang, mending tidak usah kerja disini (Dinkes), talalu banyak-banyak mulut dorang, kan memang tidak ada paksaan olo, tidak ada yang ba paksa,” ujarnya.

Menurut dr Yenny, pihaknya juga tidak memaksa ASN yang merasa keberatan untuk ikut berpartisipasi.

“Kalau bagitu ya tidak usah tapi bicara kamari disini (kantor) jangan diluar apalagi so bicara di media, maksudnya,” ujarnya dr Yenny.

Bahkan, karena kesal dengan adanya laporan tersebut, dr Yenny mengaku sempat membuka daftar nama ASN yang belum memberikan partisipasi.

“Ini, napa dorang pe daftar yang belum ba kasih partisipasi, torang tidak ba paksa pa dorang cuman ba catat kamari saja kalau siapa-siapa yang tidak ingin ba kase,” ungkapnya.

Mantan Direktur RSUD Bumi Panua ini juga menyebut bahwa untuk partisipasi pembelian sapi kurban tersebut tidak lain sebagai bentuk amal untuk bekal di akhirat.

“Malu-maluin ini sebenarnya, itu kan torang pe bekal di akhirat nanti, so susah sekarang ini, apa-apa saja selalu dipolitisir, kalau memang tidak ba kasih kan tergantung keikhlasan masing-masing, bukan ba bicara diluar,” katanya.

“Begini jo, beritakan kasana saja, kan dorang suka mo beritakan, beritakan saja,” tutup dr Yenny.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button