POHUWATO

Polres Pohuwato Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Otanaha 2024

 

MBharGoNews.comĀ – Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato melaksanakan apel gelar pasukan ‘Operasi Ketupat Otanaha 2024’, untuk pengamanan Idul Fitri 1445 Hijriah, di Mapolres Pohuwato, Rabu (03/04/2024).

Apel tersebut ditandai dengan penyematan pita tanda operasi oleh Bupati Pohuwato kepada perwakilan personel TNI, Polri, Dinas Perhubungan serta Satpol-PP.

Apel dipimpin oleh Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga didampingi Kapolres Pohuwato AKBP Winarno, S.H., S.IK, Ketua Pengadilan Negeri Marisa Achmad Yuliandi Erria, Dandim 1313/Phwt diwakili Pasi OPS Lettu Inf Oksan, Kajari Marisa diwakili Kasie Intel Iwan Sofyan, dengan peserta apel yakni, personel Polri, TNI, Dishub, dan Satpol-PP.

Dalam apel tersebut, Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga membacakan amanat tertulis Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kapolri dalam amanatnya, menekankan beberapa hal.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 sebagai komitmen nyata sinergitas TNI-Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan hari raya Idul Fitri 1445 H”, ucap Bupati membacakan amanat Kapolri.

Kepada seluruh personel ditekankan untuk mengawal arus mudik dan arus balik dengan baik, berikan informasi lalu lintas terkini kepada masyarakat serta perkuat sinergitas antara petugas pengamanan sebagai salah satu kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2024.

Ia menjelaskan Operasi Ketupat Otanaha 2024 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 4 April hingga 16 April 2024 mendatang.

Kebijakan ini diharapkan mampu mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran, dan kenyamanan arus lalu lintas melalui pengaturan operasional angkutan barang, Sistem One Way dan Contra Flow, penerapan ganjil genap, ketentuan penyeberangan, delaying system dan buffer zone,hingga penundaan proyek konstruksi.

“Tentunya kita dihadapkan pada situasi dinamis dalam pelaksanaan pengamanan. Pahami betul karakteristik wilayah masing-masing seperti titik rawan banjir, rawan longsor, dan rawan gangguan kamtibmas, utamanya yang berada di jalur-jalur mudik. Skenarioskenario menghadapi potensi gangguan dan situasi kontijensi harus dipersiapkan secara matang”, ucapnya.

Aspek keamanan dari gangguan kamtibmas juga, katanya, harus menjadi perhatian penting, baik pada rumah yang ditinggalkan, jalur mudik, maupun lokasi wisata dan pusat keramaian lainnya.

“Lakukan patroli bersama pada jam-jam rawan, siapkan layanan pelaporan rumah yang ditinggalkan dan penitipan kendaraan sehingga masyarakat dapat mudik dengan tenang. Selain itu, libatkan kelompok-kelompok organisasi masyarakat dan keagamaan dalam pengamanan Sholat Ied sebagai wujud toleransi dan keberagaman Indonesia”, jelasnya lagi.

Disamping kamseltibcar lantas dan gangguan kamtibmas, stabilitas harga dan ketersediaan bapokting serta BBM harus tetap terjaga. Tingkatkan koordinasi dan lakukan langkah-langkah bersama dengan stakeholder terkait, sehingga stok dan harga dapat tetap terjaga.

“Tentu ini membutuhkan pengamanan dan penjagaan supaya aktivitas masyarakat terutama yang melaksanakan Idul Fitri bisa berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib”, katanya.

Kegiatan apel gelar pasukan ‘Operasi Ketupat Otanaha 2024’, turut dihadiri Pimpinan OPD, PJU Polres, serta para Kapolsek.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button