Bupati Saipul Perkuat Koordinasi dengan ATR/BPN, Tiga RDTR Pohuwato Jadi Prioritas

MBharGoNews.com – Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus mempercepat penataan ruang yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah. Upaya tersebut dilakukan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, melalui konsultasi dan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Jumat (28/8/2026).
Berada di Jakarta, Bupati Saipul melakukan konsultasi dan koordinasi terkait tiga Bantuan Teknis (Bantek) penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), yakni RDTR Perkotaan Marisa, RDTR Perkotaan Randangan, dan RDTR Perkotaan Popayato.
Konsultasi dan koordinasi tersebut berlangsung di ruang kerja Direktorat Jenderal Tata Ruang Bina I dan diterima oleh Kasubdit Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I.A, Ramadhan Firdaus, ST., MT.
Selain membahas tiga Bantek RDTR tersebut, pembahasan juga mencakup Injeksi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) pada RDTR Paguat, khususnya dalam mendukung rencana investasi bidang industri kelapa dalam di Desa Bumbulan.
Bupati Saipul mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya mempercepat penataan ruang yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, keberadaan RDTR sangat penting sebagai instrumen dalam memberikan kepastian tata ruang, khususnya dalam mendorong investasi dan pengembangan kawasan.
“RDTR ini sangat penting bagi Kabupaten Pohuwato karena menjadi dasar dalam mengarahkan pembangunan dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun investor. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN agar prosesnya dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” ujar Bupati Saipul.
Ia menjelaskan, khusus untuk Injeksi KBLI RDTR Paguat, pemerintah daerah berharap hal tersebut dapat mendukung rencana investasi industri kelapa dalam di Bumbulan. Dengan adanya kepastian tata ruang, diharapkan investasi yang masuk dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan membuka peluang bagi masyarakat.
“Kami ingin setiap investasi yang masuk ke Pohuwato memiliki kepastian dari sisi tata ruang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah serta masyarakat. Potensi kelapa yang kita miliki harus dapat dikembangkan menjadi industri yang memberikan nilai tambah,” jelasnya.
Bupati Saipul juga menambahkan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pohuwato dengan Kementerian ATR/BPN akan terus diperkuat untuk memastikan kebijakan penataan ruang dapat mendukung visi pembangunan daerah sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Harapan kami, melalui dukungan dan pendampingan Kementerian ATR/BPN, seluruh proses RDTR ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga memberikan kepastian dalam pelaksanaan pembangunan di tiga kawasan perkotaan tersebut,” pungkasnya.




