POHUWATO

DWP Pohuwato Gelar Edukasi Digital, Kenalkan Parental Control untuk Awasi Anak

MBharGoNews.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan Literasi Digital Keluarga bertema “Strategi Pengawasan dan Edukasi Penggunaan Gadget pada Anak-Anak” di Aula PU Pohuwato, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh DWP Kabupaten Pohuwato berkolaborasi dengan DWP BPKPD, DWP Dinas PUPR, DWP BKPSDM, DWP Kesbangpol, serta DWP Kecamatan Popayato dan di ikuti seluruh DWP OPD serta DWP Kecamatan se-Kabupaten Pohuwato.

Ketua DWP Pohuwato, Ny. Suriyati Iskandar Datau, mengatakan perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan keluarga.

“Penggunaan gadget memang memberikan banyak manfaat, terutama dalam mendukung akses informasi dan pembelajaran. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak terkontrol dapat memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak,” kata Suriyati.

“Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan, perilaku sosial hingga prestasi belajar anak. Karena itu, keluarga memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan, pendampingan, dan edukasi digital agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Suriyati.

Suriyati menambahkan, anak-anak membutuhkan perhatian, arahan, serta komunikasi yang baik dari orang tua dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi saat ini.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap perkembangan digital yang semakin pesat dan sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Kami berharap peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai strategi pengawasan penggunaan gadget, membangun pola komunikasi sehat dalam keluarga, serta menciptakan lingkungan digital yang positif dan produktif bagi anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Iron Karama, selaku pemateri menyampaikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang turut mendukung pelaksanaan edukasi tersebut.

Ia menilai pengawasan penggunaan gadget pada anak saat ini masih belum berjalan maksimal, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam mengontrol aktivitas digital anak.

“Berdasarkan hasil riset, penggunaan gadget pada anak bisa mencapai sembilan jam dalam sehari. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan karena dapat memicu kecanduan gadget dan berdampak pada kesehatan maupun kehidupan sosial anak,” jelas Iron.

Iron menjelaskan, penggunaan gadget secara berlebihan dapat menyebabkan anak kurang memperhatikan pola makan, mengganggu waktu istirahat, hingga memicu gangguan kesehatan mata akibat terlalu lama menatap layar.

“Sering ditemukan anak-anak mengalami mata merah dan berair karena terlalu lama menggunakan gadget. Ini tentu tidak kita harapkan,” ujar Iron.

Selain itu, ia memperkenalkan penggunaan aplikasi AirDroid Parental Control sebagai solusi pengawasan digital bagi orang tua terhadap aktivitas anak.

“Aplikasi ini memungkinkan orang tua mengontrol penggunaan gadget anak, mulai dari durasi penggunaan aplikasi hingga pembatasan akses perangkat pada jam tertentu. Jadi ketika batas waktu penggunaan habis, perangkat anak bisa terkunci otomatis dan hanya dapat diakses kembali dengan persetujuan orang tua,” terangnya.

Iron berharap program edukasi digital yang digagas DWP Pohuwato dapat terus dikembangkan hingga menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Pohuwato.

“Peran orang tua sangat penting. Melalui pengawasan digital dan komunikasi yang baik dalam keluarga, anak-anak diharapkan dapat lebih terlindungi dari dampak negatif penggunaan teknologi,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button