DAERAH

Aktivis Yuni Wahyuni: “Inal Supit Bukan Satu-Satunya Pengusaha Tambang yang Gunakan Alat Berat di Alason”

M’Bhargo,Manado, Sulawesi Utara — Isu seputar praktik penambangan di Sulawesi Utara kembali memanas, menyusul pemberitaan yang menyudutkan salah satu pengusaha tambang, Inal Supit, terkait penggunaan alat berat di wilayah tambang Alason, Ratatotok.

Yuni Wahyuni, seorang aktivis perempuan Sulut yang dikenal vokal menyuarakan keadilan, menyampaikan pandangannya terhadap kasus ini. Menurutnya, tidak adil jika hanya satu pihak yang disorot, sementara praktik serupa juga dilakukan oleh pengusaha tambang lain di wilayah tersebut.

“Tak bijak jika hanya Bung Inal yang ditekan dan dijadikan sasaran pemberitaan. Banyak pengusaha tambang di Sulut yang juga menggunakan alat berat untuk menggali emas,” tegas Bunda Yuni, sapaan akrabnya.

Ia juga menekankan pentingnya menunggu realisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang saat ini menjadi salah satu fokus utama Gubernur Sulut, Jenderal Yulius Silvanus SE (YSK). Program WPR dinilai menjadi solusi untuk melegalkan dan menata kegiatan pertambangan rakyat agar lebih tertib dan menguntungkan daerah.

“Kalau mau dibersihkan, bersihkan semuanya. Jangan pandang bulu,” tegas Yuni.

Lebih lanjut, ia menyerukan terciptanya hubungan yang seimbang antara media dan pengusaha tambang agar tidak terjadi pemberitaan yang timpang dan merugikan salah satu pihak. Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap Inal Supit, yang menurutnya adalah sosok baik dan layak diberikan kesempatan untuk membuktikan kontribusinya terhadap daerah.

Harapannya, sektor pertambangan di Sulut dapat dikelola dengan lebih baik ke depan, sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

“Sulut Gold, harapan kita semua,” tutup Bunda Yuni.

( Kaperwil Sulut Jansen)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button