Duka Suami Yang Anak Isterinya Terseret Arus Sungai Motoduto.
M’Bhargo, Gorontalo -Sungai Motoduto, yang biasanya tenang dan damai, menjadi saksi bisu tragedi yang memilihkan hati. Dua nyawa, seorang ibu dan anak, terseret arus deras sungai, meninggalkan keluarga yang berduka.
Sumitra Isini (26) dan Akbar Diangi (9), dua korban yang masih dalam pencarian, adalah ibu dan anak yang sangat dicintai oleh keluarga mereka. Suami Sumitra, Yasin Isini (50), masih belum bisa menerima kenyataan bahwa istrinya dan anaknya hilang.
“Ya Allah, kembalikanlah istri dan anakku…,” ucap Yasin dengan suara yang tercekik air mata. Dia masih berharap bahwa Sumitra dan Akbar akan segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Tragedi ini terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, ketika Sumitra, Akbar, dan Yasin mencoba menyeberangi Sungai Motoduto. Arus sungai yang deras membuat mereka terpisah, dan Sumitra serta Akbar terseret arus.
Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat setempat, masih belum membuahkan hasil. Cuaca yang tidak menentu dan arus sungai yang deras membuat pencarian menjadi semakin sulit.
“Semoga Sumitra dan Akbar segera ditemukan…,” kata Halidin La Bidin, Kasi OPS Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo. Tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan.
Keluarga Sumitra dan Akbar meminta doa dari masyarakat agar mereka segera ditemukan. “Kami hanya bisa berdoa dan berharap bahwa mereka akan segera kembali ke rumah,” kata Yasin.
Sungai Motoduto, yang biasanya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, kini menjadi sumber duka dan kesedihan. Semoga tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika berada di dekat sungai.
Yohanes.



