Partai Gema Bangsa Buka Ruang Kedaulatan Politik Daerah
Masrun Yunus Yunus Rivai : Gema Bangsa Menarik Karena Memberikan Ruang Kedaulatan Kepada Daerah. Sistem Desentralisasi Pembuka Peluang Nyata Bagi Daerah Untuk Menentukan Kebijakan Politik Ke Depan Tanpa Intervensi DPP

M’Bhargo, Gorontalo (Jakarta) – Partai Gema Bangsa resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru di Indonesia. Deklarasi nasional ini menandai lahirnya partai yang secara terbuka menantang praktik politik lama yang sentralistik, elitis, dan menjauh dari aspirasi rakyat.
Deklarasi tersebut dihadiri para pendiri, pengurus pusat, serta perwakilan pengurus daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Dari Provinsi Gorontalo, turut hadir Ketua DPW Partai Gema Bangsa Gorontalo Masrun Yunus Rivai, didampingi Sekretaris Ramly Saharudin Asuki dan Bendahara Fatma Yusuf. Kehadiran jajaran pengurus daerah ini menegaskan kesiapan struktur partai di daerah untuk mengambil peran aktif dalam gerakan politik Gema Bangsa.
Dalam pidato deklarasi, Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq secara tegas menolak konsep partai politik yang dimiliki dan dikendalikan oleh segelintir elite. Ia menegaskan bahwa kepemilikan partai berada sepenuhnya di tangan struktur daerah hingga ke akar rumput.
“Gema Bangsa bukan milik elite. Kepemilikannya ada pada pimpinan di provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa-desa. Partai ini milik rakyat Indonesia,” tegas Ahmad Rofiq.
Secara ideologis, Partai Gema Bangsa mengusung visi Indonesia Mandiri dengan menempatkan desentralisasi politik kepartaian sebagai prinsip utama perjuangan. Visi ini sekaligus menjadi kritik implisit terhadap praktik demokrasi internal partai-partai politik yang selama ini dinilai sentralistik, elitis, dan transaksional—di mana keputusan strategis lebih sering ditentukan di pusat, sementara daerah hanya berfungsi sebagai pelaksana.
Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari daerah. Ketua DPW Partai Gema Bangsa Provinsi Gorontalo, Masrun Yunus Rivai, yang dikenal sebagai mantan inisiator beberapa partai politik yang sukses, mengaku tertarik bergabung karena sistem desentralisasi yang dianut Gema Bangsa.
Menurut Masrun, di tengah krisis kepercayaan rakyat terhadap partai politik saat ini, pendekatan desentralistik justru membuka harapan baru bagi kebangkitan demokrasi dari daerah.
“Gema Bangsa menarik karena memberikan ruang kedaulatan kepada daerah. Saat rakyat kehilangan kepercayaan terhadap partai, sistem ini membuka peluang bagi kami di daerah untuk menentukan kebijakan politik ke depan tanpa intervensi DPP,” ujar Masrun.
Masrun juga menegaskan bahwa sebagai tindak lanjut dari deklarasi nasional tersebut, DPW Partai Gema Bangsa Provinsi Gorontalo akan segera merampungkan susunan struktur organisasi hingga ke akar bawah. Langkah ini dinilai penting agar partai benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
“Struktur harus selesai sampai ke akar bawah. Partai ini harus hidup di tengah rakyat, bukan hanya di tingkat elite,” tegasnya.
Dengan mengusung nilai nasionalisme, keadilan sosial, dan kedaulatan rakyat, Partai Gema Bangsa optimistis dapat menjadi alternatif baru dalam peta politik nasional serta menjawab kegelisahan publik terhadap praktik politik lama yang tertutup dan sentralistik.




