POHUWATO

Temui Keluarga Korban Pembunuhan di Libuo, Bupati Saipul Minta Kasus Diproses Sesuai Hukum

MBharGoNews.com – Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Apsel Bawole, korban pembunuhan yang terjadi di kawasan wisata Libuo, Kecamatan Paguat, pada Minggu, 20 September lalu.

Di sela menghadiri kegiatan Molo’opu Camat Dengilo, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga didampingi Camat Paguat Andri Pakilie, unsur Kesbangpol Pohuwato, serta Kepala Desa Karangetang, Nahemya Bawolye, menemui keluarga Apsel Bawole.

Kedatangan Bupati bersama sejumlah pejabat tersebut disambut oleh keluarga korban, yakni ibu korban, Selmi Panamba, nenek, dan tante Apsel Bawole, Selasa (29/09/2026), di kediaman di Dusun 1, Desa Karangetang, Kecamatan Dengilo.

Dalam pertemuan itu, keluarga menceritakan kronologi serta kondisi yang dialami Apsel sebelum akhirnya meninggal dunia.

Ibu korban mengatakan, Apsel mendatangi kawasan wisata Libuo untuk menyusul adiknya yang berada di lokasi tersebut. Karena waktu sudah larut malam, Apsel merasa bertanggung jawab untuk memastikan keberadaan adik satu-satunya itu.

“Dia (Apsel) menyusul adiknya yang ada di wisata Libuo. Karena sudah larut malam, sebagai seorang kakak tentu merasa bertanggung jawab kepada adik satu-satunya,” tutur ibu korban.

Apsel merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Sejak ayahnya meninggal dunia, ia menjadi sosok yang turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sang ibu yang hanya berstatus sebagai ibu rumah tangga membuat Apsel berusaha mencari nafkah setelah menyelesaikan pendidikan di SMK.

“Dia sudah lulus SMK dan mulai sedikit mencari nafkah untuk membantu keluarga. Sayangnya, anak sulung kami telah pergi untuk selamanya akibat penganiayaan yang menyebabkan kematiannya,” ungkap keluarga korban dihadapan bupati.

Atas kejadian tersebut, keluarga berharap proses hukum terhadap para pelaku dapat dilakukan secara maksimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta agar ini dapat diproses sebaik-baiknya. Apalagi anak kami telah meninggal dunia akibat ulah sekelompok orang yang telah menganiaya dan merenggut nyawanya,” tegasnya.

Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut. Ia menyayangkan kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa tersebut dan berharap kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan tentu tidak menginginkan hal serupa kembali terjadi. Saat ini, sekelompok orang yang dinyatakan terlibat telah ditangani oleh pihak berwajib. Kita serahkan sepenuhnya kepada petugas, dan mereka yang terbukti terlibat akan menerima sanksi sesuai perbuatannya,” jelas Saipul.

Bupati juga meminta keluarga korban, baik ibu, tante maupun nenek, agar tetap sabar dan tabah menghadapi musibah tersebut. Ia berharap keluarga diberikan kekuatan serta dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi.

“Kami meminta keluarga untuk tetap sabar, tabah dan terus berdoa. Semoga ada hikmah yang baik di balik kejadian ini. Kami pun turut merasakan duka dan kehilangan yang dirasakan keluarga,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button