Asisten III Setda Pohuwato Sambut Mahasiswa KKN UMGo

MBharGoNews.com, Pohuwato – Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Asisten III Bidang Administrasi Rusmiati Pakaya menerima Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo), yang dilaksanakan di ruang pola kantor Bupati Pohuwato, Jum’at (07/10/2022).
Penerimaan Mahasiswa tersebut, turut dihadiri Kepala Baperlitbang Irfan Saleh, Kepala Bidang Penelitian Risnawati Ali serta Dosen Pendamping Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
Pada kesempatan itu, Asisten III Setda Pohuwato Rusmiati Pakaya menyampaikan terimakasih kepada Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang telah memilih Kabupaten Pohuwato sebagai tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Sesungguhnya ini Rahmat bagi kami Pohuwato, karena sebagaimana disampaikan oleh Pak Kaban Irfan Saleh, Alhamdulillah kami banyak menerima mahasiswa KKN dari berbagai perguruan tinggi dan ini awal untuk UMGo dan kedepannya akan semakin sering mengirimkan mahasiswa KKN di kami”, ujar Rusmiati.
Dijelaskan Rusmiati, Torosiaje itu memang desa yang sejak beberapa tahun sudah ditetapkan oleh pemerintah provinsi sebagai desa wisata Provinsi Gorontalo di Kabupaten Pohuwato.

Karena itu, menurut Rusmiati, Torosiaje penting sangat untuk terus dikembangkan dan untuk pengembangannya memang jika ditangani oleh pemda sendiri pasti akan semakin lambat, karena jika di perhatikan secara full, maka intens harus ada perhatian disana. Sehingga bisa memberikan dampak nyata kepada apa yang sama-sama kita harapkan.
“Ada satu hal yang sangat risih disana yakni kesadaran masyarakat untuk membuang sampah, dan ini sangat-sangat membutuhkan perhatian sekali dari kita dan terus segala dan upaya dikonsentrasikan hanya memang kalau kerjanya tidak terkolaborasi dan intensitasnya tidak kontinyu maka sia-sialah. Namun, kami berharap ini masuk dalam program KKN, mengedukasi masyarakat untuk bagaimana ramah dengan lingkungan, dan bagaimana membuang sampah ditempatnya”,
Selanjutnya, kalau dari sisi keindahan, melihat kertas putih-putih dipermukaan air juga menggangu sebetulnya dan kami sudah sering memberi arahan ke masyarakat, namun lagi-lagi pendampingan yang intens. Kita berharap pemerintah kecamatan dan desa bisa menghandlenya tetapi hingga saat ini masih jauh dari harapan.
“Saya berharap kepada mahasiswa dapat membangun komunikasi dengan pemerintah disana, dan juga bisa beradaptasi dengan masyarakat, karena ini sesungguhnya masih butuh pendampingan dan edukasi dari kita dan kehadiran mahasiswa KKN ini menjadi satu solusi dalam upaya peningkatan kualitas objek wisata Torosiaje dan ini tugas adik-adik”, pesan Ass III Rusmiati Pakaya. (Kris)




