POHUWATO

Proyek Pekerjaan Irigasi Patilanggio-Pohuwato Diduga Libatkan Oknum Polisi dan tak Berkualitas

 

MBharGoNews.com, Patilanggio – Proyek pekerjaan irigasi di Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato dengan nilai anggaran Rp.5.918.764.000 Miliar menuai sorotan.

Proyek Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Gorontalo ini di soroti Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Harson Ali. Ia menduga, pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah pusat tersebut, mutu kualitasnya tidak sesuai dengan harapan.

Pasalnya, objek pekerjaan irigasi tersebut merupakan wilayah rawan banjir, apabila hujan mengguyur, debit air sungai Kecamatan Randangan meluap.

“Ini yang harus dipahami dulu, sehingga sebagai putera daerah, saya ingatkan untuk menjaga kualitas pekerjaan”, tegas Harson Ali, Jumat (28/07/2023).

Selain mutu dan kualitas pekerjaan yang harus dijaga, Harson juga menyebut bahwa ada keterlibatan oknum polisi yang menjadi pelaksana pekerjaan tersebut.

“Yang dijaga, jangan sampai proyek pekerjaan ini justru akan mempengaruhi tugas pokoknya sebagai aparat hukum yang mempunyai kewajiban terhadap negara”, ujar Harson.

Sebagai seorang aktivis, ungkap Harson, pihaknya pun akan mengawal pelaksanaan pekerjaan irigasi tersebut secara optimal. Ia juga akan memberikan apresiasi apabila hasil pekerjaan sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

“Kita akan uji nanti pekerjaan ini, apabila didapatkan dugaan yang berimplikasi pada kerugian negara diakibatkan pekerjaan tersebut. Kita lihat nanti, kan masih ada sisa waktu”, ujar Harson.

Sementara itu, Yasinta Ungguli selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa anggaran pembangunan proyek irigasi di tiga Desa tersebut sebanyak Rp.5.918.764.000 Miliar.

Adapun tebal dinding pada pembangunan proyek irigasi tersebut, kata Yasinta, adalah 12 cm dan tebal ruas saluran 12 cm.

“Untuk target pekerjaan 240 hari dimulai dari 20 Februari dan akan berakhir pada bulan Oktober 2023 mendatang”, terang dia.

“Pada minggu pertama tahapan persiapan pekerjaan, dan minggu kedua 2023 mulai dikerjakan. Jadi, sisa waktu yang ada tinggal 74 hari atau sekitar dua bulan lebih”, lanjutnya lagi.

Yasinta pun mengaku, ukuran kualitas material yang pihaknya gunakan semakin hari semakin kuat dan keras. Dan untuk jangka bertahannya bangunan irigasi itu diprediksikan selama 10 tahun, karena menggunakan besi.

“Meskipun mengunakan material bagus, tapi dengan kondisi tanah yang lembek atau derasnya air, maka akan berpengaruh pada pekerjaan tersebut”, ungkap dia.

Disentil soal siapa pelaksana proyek irigasi, dirinya mengungkapkan bahwa ada satu oknum anggota polisi. (AL)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button