Mustari Hunta Marah Besar, Soroti Ketidakadilan di Tambang Pohuwato

POHUWATO, MBHARGONEWS.COM – Suasana panas terus menyelimuti wilayah Panua, Kabupaten Pohuwato, seiring makin memuncaknya ketegangan antara penambang lokal dengan salah satu pihak perusahaan tambang.
Kali ini, suara keras datang dari tokoh masyarakat Pohuwato, Mustari Hunta, yang dengan tegas menyuarakan kekecewaannya terhadap ketidakadilan yang dirasakan warga yang notabenenya di tanah mereka sendiri.
Dalam pernyataannya, Mustari Hunta tak menutupi kemarahannya. Dia pun mendesak Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga agar segera menyurati Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk kemudian turun langsung menangani persoalan tambang yang dinilainya sudah melewati batas kesabaran rakyat.
“Cukup sudah pembiaran ini. Kami mendesak Bupati Pohuwato bersikap tegas, kirim surat resmi kepada Presiden Prabowo agar pusat turun tangan. Jangan biarkan rakyat dibiarkan berjuang sendiri menghadapi persoalan ini,” tegas Mustari Hunta kepada awak media di Marisa, Kamis (23/10/2025).
Kata Mus, begitu panggilan akrabnya, pemerintah daerah tidak boleh terus berdiam diri sementara penambang lokal kehilangan sumber penghidupan.
Mus menilai, selama ini masyarakat kecil justru semakin terdesak, sementara salah satu pihak perusahaan tambang dinilai leluasa beroperasi tanpa memperhatikan nasib warga sekitar.
“Presiden harus tahu langsung penderitaan masyarakat penambang Pohuwato, mereka kehilangan mata pencaharian karena kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya dengan nada tinggi.
Situasi di lapangan, kata Mustari, kini semakin genting, karena ada beberapa kelompok penambang lokal dikabarkan kehilangan akses ke lahan garapan mereka. Sementara janji penyelesaian dari pihak terkait hingga kini belum juga terealisasi.
Mustari yang juga penambang inipun menyesalkan adanya laporan terhadap warga lokal oleh pihak yang disebutnya “penguasa tambang”. Karena, Mus bilang, ini adalah sebagai bentuk ketimpangan dan intimidasi terhadap masyarakat asli Pohuwato.
“Kami sesali saat ada masyarakat Pohuwato yang dilaporkan oleh pihak penguasa. Ini apa? Kenapa pendatang bisa seenaknya mengintimidasi masyarakat Pohuwato? Ini sudah keterlaluan,” ungkapnya.
Mustari pun berharap agar Bupati bersama jajaran Forkopimda segera mengambil langkah, bukan hanya sebatas rapat dan janji tanpa realisasi.
“Rakyat Pohuwato sudah terlalu sabar. Sekarang saatnya pemerintah berpihak pada warganya sendiri,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Pohuwato maupun salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Panua belum memberikan keterangan resmi terkait desakan dan tudingan yang disampaikan Mustari Hunta.




