DAERAH

Siapakah Yang Akan Menjadi Pahlawan, Ketika Lubang dan Debu Menjadi Bagian Kehidupan Kami

M’Bhargo,GORONTALO (Boliyohuto)- – Suasana keprihatinan terasa sangat kental saat awak media Bhayangkara turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan di ruas jalan Parungi–Sidomulyo, Kecamatan Boliyohuto. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 17.35 WIB sore tadi hingga menjelang malam, atas undangan warga setempat yang ingin kondisi jalan yang mereka alami setiap hari diketahui oleh masyarakat luas dan pihak berwenang.

 

Pemantauan dilakukan sepanjang jalur utama, dimulai dari kawasan pertokoan yang menjadi pusat aktivitas warga hingga masuk ke lingkungan pemukiman di sekitarnya. Apa yang disaksikan langsung di lokasi sungguh memilukan hati: badan jalan banyak yang rusak parah, lapisan aspal sudah banyak yang terkelupas, dan lubang-lubang menganga di sana-sini seolah menjadi pemandangan yang sudah dianggap biasa.

 

Saat cuaca sedang terik dan kering seperti saat ini, debu beterbangan tebal menutupi segala penjuru. Barang dagangan para pedagang menjadi tertutup debu, dinding dan peralatan rumah warga berubah warna karena serbuk halus itu, bahkan udara yang dihirup setiap hari pun terasa kotor dan tidak sehat. Sebaliknya, suasana berubah menjadi jauh lebih sulit dan menyusahkan ketika hujan turun. Jalan yang rusak itu seketika berubah menjadi kubangan lumpur yang licin, becek, dan sangat berbahaya untuk dilalui kendaraan maupun pejalan kaki, terutama anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah.

 

Kondisi yang menyedihkan ini sudah dialami oleh seluruh lapisan masyarakat di sana selama bertahun-tahun lamanya, tanpa ada perubahan berarti yang terlihat.

 

Di sela-sela kegiatan pemantauan, beberapa warga Desa Sidomulyo yang enggan disebutkan namanya menyampaikan isi hati mereka dengan nada yang penuh harapan, namun tegas dan lugu.

 

“Kami sudah lelah menunggu tanpa kepastian. Bertahun-tahun lamanya kami bernapas debu saat cuaca panas, dan menginjak lumpur saat hujan turun. Mulai dari anak-anak sekolah yang harus berjalan melewati jalan yang kotor dan berbahaya, para petani yang susah payah mengangkut hasil panen mereka, hingga kami yang berusaha mencari nafkah di sini, semuanya merasakan penderitaan ini setiap hari tanpa henti,” ungkap salah satu warga dengan suara yang bergetar menahan kesedihan.

 

Ia pun melontarkan pertanyaan yang mewakili perasaan seluruh warga Sidomulyo dan sekitarnya, pertanyaan yang menggema di hati setiap orang yang hadir saat itu:

 

“Kini kami hanya punya satu harapan besar yang terus kami genggam. Siapakah yang akan jadi pahlawan kami? Siapakah sosok atau pihak yang insyaallah akan mendengar jeritan hati kami ini, dan benar-benar bergerak melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki akses vital ini? Jalan yang sudah lama kami rindukan perubahannya, jalan yang seharusnya membawa kenyamanan, bukan kesengsaraan. Siapakah yang akan mewujudkan harapan besar ini untuk kami?”

 

Pertanyaan sederhana namun sangat mendalam itu seakan menampar kesadaran siapa saja yang membacanya. Masalah jalan rusak di Parungi–Sidomulyo ini bukan sekadar masalah fisik lubang di jalan, tapi sudah menyangkut kualitas hidup, kesehatan, keselamatan, dan kelancaran ekonomi seluruh warga di Kecamatan Boliyohuto.

 

Hingga berita ini diturunkan, keluhan dan harapan warga Sidomulyo terus dikawal ketat oleh awak media Bhayangkara, agar segera mendapat perhatian serius dan solusi nyata dari pihak yang berwenang. Kami akan terus mengabarkan setiap perkembangan terbarunya secara jujur dan transparan untuk masyarakat luas.

 

*Mbhargonewscom.*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button