DAERAHPOHUWATO

Meski Sudah Ada Izin dari Organda, Sopir Angkot Marisa Kota Gorontalo Pilih Tak Naikkan Tarif di Penghujung Tahun

MBharGoNews.com – Meski telah mengantongi izin resmi tarif dari Organisasi Angkutan Darat (Organda), para sopir angkutan kota (angkot) rute Marisa – Kota Gorontalo, memilih untuk tidak menaikkan tarif angkutan di penghujung tahun 2025.

Salah seorang sopir angkot Marisa Kota, Samsudin Mohamad, mengungkapkan bahwa berdasarkan izin yang dikeluarkan oleh Organda, tarif resmi angkot Marisa Kota sebenarnya sebesar Rp75.150 per penumpang.

“Kalau itu izinnya Marisa Kota Rp75.150 yang keluar dari Organda,” ujar Samsudin kepada wartawan MBharGoNews.com, Jum’at (19/12/25).

Meski begitu, Samsudin mengatakan bahwa hingga saat ini para sopir hanya menarik tarif Rp70.000 per penumpang untuk perjalanan dari terminal ke terminal.

“Jadi kita sekarang cuma ambil Rp70.000 per orang dari terminal ke terminal,” jelas sopir angkot yang telah beroperasi sejak tahun 1987 tersebut.

Pria yang akrab disapa Pijey ini menjelaskan, Organda merupakan organisasi angkutan darat yang diakui oleh pemerintah dan memiliki kewenangan dalam mengatur berbagai isu transportasi darat, termasuk penetapan tarif dan pelayanan angkutan umum.

Pijey juga menjelaskan bahwa tarif tersebut berlaku khusus untuk perjalanan dari terminal ke terminal. Sementara itu, untuk penumpang yang meminta diantar ke luar terminal atau ke tujuan tertentu, tarif yang dikenakan akan berbeda.

“Kalau di luar terminal atau suruh antar, itu sudah beda lagi tarifnya,” ujarnya.

Pijey menyampaikan bahwa tarif angkot Marisa ke Kota Gorontalo tetap sama, baik di hari biasa maupun di penghujung tahun.

Menurut Pijey, rencana kenaikan tarif baru akan dipertimbangkan apabila jumlah penumpang meningkat secara signifikan.

“Mau kasih naik tarif itu kalau penumpang banyak. Sekarang saja setengah mati, susah cari penumpang,” ungkapnya.

Pijey juga mengaku bahwa jumlah pengguna angkot di penghujung tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa, meski belum cukup untuk mendorong kenaikan tarif.

“Untuk sekarang di penghujung tahun itu pengguna angkot memang lebih banyak dibanding hari-hari biasa,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button