Kapasitas 18 Ton per Hari, Ke Mana Solar Subsidi Mengalir?

M’bhargo,Sulteng (Buol Toli-Toli)- Antrean panjang kendaraan pengguna solar subsidi di salah satu SPBU yang terletak di Jln Trans Sulawesi,Kelurahan Leo 1 Kab buol,memicu tanda tanya di kalangan masyarakat.
Dengan kapasitas penyaluran yang disebut mencapai sekitar 18 ton per hari, warga mempertanyakan ke mana habisnya stok BBM subsidi tersebut hingga sering kali tidak mencukupi kebutuhan masyarakat umum.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular sejak pagi hingga 1 KM. Di antara kendaraan yang mengantre, tampak sejumlah mobil dump truck proyek yang diduga ikut mengisi solar subsidi. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari para pengguna yang memang bergantung pada BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.
Salah seorang sopir angkutan penumpang mengaku telah mengantre sejak sehari sebelumnya, namun belum juga mendapatkan solar.
“Kami sudah antre dari kemarin, tetapi sampai sekarang belum kebagian. Sementara kendaraan-kendaraan besar terus masuk antrean. Kami jadi bertanya-tanya, apakah solar subsidi ini benar-benar tepat sasaran?” ujarnya.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. Pasalnya, sesuai ketentuan, BBM subsidi diperuntukkan bagi sektor dan kendaraan tertentu yang telah ditetapkan pemerintah.
Jika benar terdapat kendaraan proyek atau kendaraan yang seharusnya menggunakan BBM non-subsidi turut menikmati solar subsidi, maka hal tersebut berpotensi mengurangi jatah masyarakat kecil yang sangat bergantung pada program subsidi pemerintah.
Warga meminta Pertamina, BPH Migas, dan aparat pengawas turun melakukan pemeriksaan terhadap pola penyaluran solar subsidi di SPBU tersebut. Transparansi distribusi dinilai penting agar kuota yang tersedia benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, bukan justru habis oleh kendaraan-kendaraan yang seharusnya menggunakan BBM industri atau non-subsidi.
“Kalau kuotanya sampai 18 ton per hari, masyarakat berhak tahu ke mana solar itu disalurkan. Jangan sampai yang dirugikan justru sopir angkutan dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya pada BBM subsidi,” kata salah seorang warga.




