DAERAH

Abu Arang Pembakaran Lahan Tebu Terbang ke Pemukiman, Warga Bandung Rejo Boliyohuto Resah

M’Bhargo, Gorontalo– Warga Desa Bandung Rejo, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo mengeluhkan dampak pembakaran lahan perkebunan tebu milik salah satu perusahaan besar yang beroperasi di Provinsi Gorontalo.

Keluhan muncul karena daun tebu kering yang dibakar menjadi arang dan debu halus beterbangan hingga masuk ke pemukiman warga. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pantauan awak media di lokasi pada Jumat 17 Juli 2026 pukul 09.45 WITA menunjukkan hampir seluruh rumah warga di RT 1 Desa Bandung Rejo terdampak abu arang tersebut. Abu berwarna hitam itu menempel di atap, teras, pakaian yang dijemur, hingga perabotan rumah.

Tidak hanya rumah warga, fasilitas umum juga terkena imbasnya. Berdasarkan pengamatan di lapangan, tempat ibadah, pertokoan, hingga rumah makan yang berada di sekitar lokasi ikut kemasukan abu sisa pembakaran.

Salah seorang warga Desa Bandung Rejo membenarkan kondisi tersebut saat diwawancarai. Ia mengaku abu sudah masuk ke dalam rumahnya sejak beberapa hari lalu.

“Rumah kami sudah dimasuki abu arang bekas pembakaran… di beberapa hari terakhir ini pak… Tentunya ini sangat mengganggu,” ujarnya.

Dari lokasi pembakaran masih terlihat adanya aktivitas. Api, asap tebal, sekaligus abu arang tampak mengepul dari area perkebunan dan terbawa angin menuju permukiman. Arah angin membuat abu lebih mudah masuk ke pemukiman yang berdekatan dengan lahan tebu.

 

Warga mengaku khawatir dengan dampak kesehatan akibat abu yang terus berterbangan. Anak-anak dan lansia disebut paling rentan terdampak. Selain itu, aktivitas jual beli di pertokoan dan rumah makan juga terganggu karena debu yang berterbangan.

Menanggapi keluhan tersebut, warga berharap pihak perusahaan segera menghentikan pembakaran terbuka dan mencari solusi alternatif yang tidak merugikan masyarakat sekitar. Mereka meminta ada tanggung jawab dari perusahaan atas pencemaran lingkungan yang terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, konfirmasi ke APH Polsek Boliyohuto terkait laporan dan penanganan di lapangan juga masih menunggu jawaban.

*(TIM/Red)*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button