POHUWATO

Tim GTRA Pohuwato 2026 Resmi Dibentuk, Fokus Penataan Tanah dan Penyelesaian Konflik Agraria

MBharGoNews.com – Upaya memperkuat pelaksanaan reforma agraria di daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pohuwato. Hal itu ditandai dengan penetapan Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Pohuwato Tahun Anggaran 2026 yang resmi dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pohuwato.

SK tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, di ruang kerjanya pada Rabu (11/3/2026). Penandatanganan itu turut disaksikan oleh perwakilan BPN Pohuwato, Risang Septian Putranto, S.E., M.M.

Dalam struktur kepengurusan, Bupati Saipul bertindak sebagai Ketua Tim GTRA, sementara Wakil Ketua dijabat oleh Sekretaris Daerah. Adapun posisi Ketua Pelaksana Harian dipegang oleh Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Pohuwato, dan Sekretaris dijabat oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pohuwato.

Selain itu, tim juga diperkuat oleh sejumlah tim teknis yang memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria.

Tim teknis tersebut meliputi tim penataan aset dan optimalisasi sumber Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), tim inventarisasi dan penyelesaian konflik agraria, serta tim penataan akses.

Pembentukan Tim GTRA Kabupaten Pohuwato memiliki sejumlah tugas penting. Di antaranya adalah mengkoordinasikan penyediaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dalam rangka penataan aset di tingkat kabupaten, memberikan usulan serta rekomendasi tanah-tanah yang dapat ditegaskan sebagai tanah negara sekaligus ditetapkan sebagai TORA kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk, serta memperkuat kapasitas pelaksanaan reforma agraria di daerah.

Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyampaikan apresiasi atas terbitnya SK pembentukan Tim GTRA Pohuwato tersebut. Menurutnya, penandatanganan SK itu menjadi penanda bahwa tim GTRA kini secara resmi telah dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Terima kasih banyak kepada BPN yang terus berkoordinasi dan berkonsultasi sampai tertandatanganinya SK tersebut,” ujar Bupati Saipul.

Bupati Saipul juga mengingatkan seluruh anggota tim agar dapat menjalankan tugas sesuai dengan bidang masing-masing yang telah dipercayakan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antaranggota tim dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Pohuwato.

Dengan terbentuknya tim tersebut, diharapkan pelaksanaan program reforma agraria di daerah dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button