Jenazah Vinny Sundah Tiba di Manado, Keluarga dan Pemprov Sulut Gelar Prosesi Pemakaman dengan Penuh Haru

MANADO, MBharGoNews.com,– Jenazah Vinny Sundah, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Manado yang sebelumnya tertahan di Kamboja selama hampir dua bulan, akhirnya tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada Jumat pagi (24/5). Kedatangan jenazah disambut dengan isak tangis keluarga serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Pemulangan jenazah ini merupakan hasil dari intervensi langsung Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, yang menginstruksikan percepatan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja.
“Atas nama keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran Pemprov Sulut. Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan peduli,” ujar ayah almarhum Vinny dengan suara terbata.
Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Tikala, Manado, dan akan dimakamkan pada Sabtu besok sesuai adat dan permintaan keluarga.
Pengacara keluarga, Marchel Mewengkang, SH, menegaskan bahwa pihaknya tetap mendorong KBRI untuk menyampaikan klarifikasi terkait keterlambatan proses repatriasi. Ia juga menyebutkan bahwa keluarga masih menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab kematian almarhum.
“Meski proses pemulangan sudah selesai, kejelasan atas penyebab meninggalnya Vinny tetap menjadi hak keluarga. Kami akan terus mengawal hal ini,” kata Marchel.
Sementara itu, Gubernur Yulius Selvanus dalam pernyataan tertulis menyampaikan duka mendalam dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu melindungi warganya di mana pun berada.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Warga Sulut, baik di dalam maupun luar negeri, tetap dalam perlindungan kami,” tegas Gubernur.
Prosesi pemakaman Vinny Sundah diharapkan menjadi akhir yang tenang bagi keluarga setelah melewati proses panjang dan emosional. Pemerintah Provinsi juga berjanji akan memberikan pendampingan psikologis dan administratif bila dibutuhkan oleh keluarga almarhum.
( Kaperwil Sulut Jansen)




