Uncategorized

Di Gebyar SMS Buntulia, Distan Pohuwato Perketat Pemeriksaan Kesehatan Ternak Cegah Wabah PMK

 

MBharGoNews.com, Pohuwato – Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Pertanian menggelar pemeriksaan ketat kesehatan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di gelaran Gebyar SMS di Kecamatan Buntulia, Rabu (25/05/2022). Diketahui, penyakit mulut dan kuku (PMK) tengah menyerang ternak sapi di sejumlah daerah di Indonesia.

Kendati demikian, belum ditemukan penyakit tersebut di wilayah sulawesi sehingganya perlu diwaspadai. “Di perbatasan sudah kita lakukan pengetatan. Alhamdulillah untuk wilayah gorontalo masih zona aman termasuk kabupaten pohuwato,” kata Kadis Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi dalam keterangan yang diterima, Kamis (26/05/2022).

Kamri menjelaskan, Gebyar SMS di Buntulia, pihaknya sudah memeriksa 34 ternak sapi di lokasi, termasuk memberikan pelayanan inseminasi buatan (IB), dan memberikan sosialisasi terkait penyakit mulut dan kuku. “Aksi ini akan terus dilakukan hingga semua ternak sapi di pohuwato dicek secara menyeluruh,” jelas Kamri.

Dalam upaya pencegahan wabah PMK ini, pihaknya akan lebih memperketat pengecekan binatang ternak yang nantinya akan melintas diperbatasan. Selain itu, lanjut Kamri, pihaknya melalui bidang peternakan telah mendistribusikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik, hingga penguatan imun.

Kamri juga menegaskan bahwa penyakit mulut dan kuku ini tidak menular kepada manusia (terjangkit), daging sapi masih bisa dikonsumsi asal melalui standar operasional prosedur yang benar.

“Untuk manusia ini aman, cuman efek ke sapi ternak ketika kena rata-rata 80 hingga 100 persen resikonya mati, makanya ini kita antisipasi. Jika kena itu harus segera dikarantina sehingganya diwaspadai terus”, tuturnya.

Terakhir, mantan Kabag Unit Layanan Pengadaan ini pun berharap bahwa para peternak sapi juga dapat menjaga kesehatan kandang serta tubuh sapinya.

“Kami pun berharap, masyarakat tidak ada kepanikan yang berlebihan karena Insha Allah Dinas Pertanian akan mengendalikan wabah ini secara maksimal, begitu ada gejala segera laporkan ke petugas lapangan atau menghubungi dokter hewan supaya cepat diantisipasi”, pungkasnya. (Kris)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button