Irawan Huntoyungo Gaspol: Kesehatan Gratis hingga Kebangkitan Seni-Olahraga Jadi Senjata IKA SpenduGo

M’Bhargo, Gorontalo (Kota Gorontalo )– Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Gorontalo (PB IKA SpenduGo), Irawan Huntoyungo, langsung tancap gas dengan meluncurkan program unggulan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat: layanan kesehatan dan penguatan sektor seni, budaya, serta olahraga.

Tak sekadar wacana, program ini digadang-gadang menjadi langkah konkret alumni dalam memberi dampak nyata bagi sekolah dan masyarakat, khususnya orang tua murid dan para alumni SMP Negeri 2 Gorontalo.

“Pelayanan kesehatan bukan lagi kebutuhan sekunder, tapi sudah menjadi hal mendesak. Kami ingin hadir memberi solusi nyata bagi masyarakat, terutama keluarga besar SpenduGo,” tegas Irawan.
Program pelayanan kesehatan yang diusung mencakup pemeriksaan gratis, edukasi kesehatan, hingga upaya membuka akses layanan medis yang lebih luas dan terjangkau. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial alumni terhadap kondisi kesehatan masyarakat Gorontalo yang masih membutuhkan perhatian serius.
Tak berhenti di situ, IKA SpenduGo juga menyiapkan gebrakan di bidang non-akademik. Melalui pengembangan seni, budaya, dan olahraga, Irawan ingin menghidupkan kembali semangat prestasi di lingkungan SMP Negeri 2 Gorontalo.
“Kita ingin SpenduGo bukan hanya unggul di akademik, tapi juga melahirkan talenta-talenta hebat di bidang seni dan olahraga. Ini soal kualitas dan kuantitas,” ujarnya.
Program ini mencakup pembinaan bakat, penyelenggaraan event, hingga dukungan terhadap siswa untuk tampil di berbagai ajang kompetisi, baik tingkat daerah maupun nasional.
Langkah progresif ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, yang menilai peran alumni sangat strategis dalam mendorong kemajuan sekolah.
Dengan dua program unggulan ini, IKA SpenduGo di bawah kepemimpinan Irawan Huntoyungo tampak ingin keluar dari zona nyaman—bertransformasi menjadi organisasi yang tak hanya solid secara internal, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.
Kini publik menanti, sejauh mana gebrakan ini mampu diwujudkan dan membawa perubahan nyata.




