Sedimentasi Kerap Jadi Keluhan para Petani, Bupati Saipul Janji Siap Surati Pj Gubernur

MBharGoNews.com, Pohuwato – Sebagai salah satu sektor unggulan di Kabupaten Pohuwato, bidang pertanian juga hingga saat ini sedang digalakkan semaksimal mungkin ke arah yang lebih baik, terutama dalam hal memperbaiki tingkat kesejahteraan para petani di daerah ini. Namun, lagi-lagi ada saja permasalahan yang muncul terkait dengan kondisi irigasi yang rusak akibat sedimentasi.
Kondisi inipun dikeluhkan para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Pohuwato langsung kepada Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga, saat menggelar pertemuan, di Ruang Pola Kantor Bupati Pohuwato, Rabu (02/11/2022).
Umar Etango selaku Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Pohuwato menjelaskan, bahwa untuk kondisi luasan sawah yang terkena dampak, itu kurang lebih lahan fungsional ada 2.500 hektare.
“Kemarin kita sudah difasilitasi oleh Camat Duhiada’a mengadakan pertemuan karena harapan petani, musim tanam kali ini adalah satu musim yang barangkali harapan mereka bisa segera terealisasi penanaman serentak sehingga bisa tercapai produksi”, ujar Umar Etango.
Padahal, lanjut Umar, baik itu petani pemilik maupun petani penggarap sangat tekun dalam usaha ini. Namun, di satu sisi petani diperhadapkan dengan masalah endapan.
“Kemarin kita sudah ada solusi untuk bagaimana berpartisipasi bisa mengangkat endapan ini, bahkan kami sudah melakukan kerja bakti tapi lagi-lagi tidak mampu mengangkat sedimen yang sudah berkubik-kubik, jujur ini sungguh sangat memprihatinkan”, ungkap Umar Etango.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa mencarikan solusi terhadap permasalahan sedimentasi ini. Karena jujur kami diperhadapkan dengan musim tanam yang tinggal 2 Minggu efektif”, harapnya.
Menanggapi keluhan yang dihadapi oleh para petani sebagai penerima dampak dari begitu cepat masuknya sedimentasi, Bupati Pohuwato Saipul A Mbuinga akan menampung apa yang menjadi keluhan serta solusi yang disampaikan para petani.
“Memang Pemerintah Provinsi diperiode pertama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie selama 5 tahun, kita mendapatkan alokasi penganggaran setiap tahunnya kurang lebih Rp 1 Miliar untuk sedimentasi. Namun, pada periode selanjutnya, anggarannya itu sudah tidak masuk lagi”, terang Bupati Saipul.
Kendati begitu, salah satu upaya yang juga kini dilakukan oleh Bupati Saipul Mbuinga adalah dengan menyurat secara resmi kepada Penjabat Gubernur Gorontalo, untuk dapat segera menginstruksikan cepat kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo untuk penanganan permasalahan yang dihadapi oleh para petani.
“Poin-poin yang para petani ungkapkan itu yang akan menjadi kesimpulan dan akan kita kuatkan dengan surat resmi kepada Penjabat Gubernur Gorontalo, agar permasalahan yang ada di petani, selain disampaikan kepada kami pemerintah daerah, juga kiranya ini bisa di publish karena memang kondisi ini sangat memprihatinkan, yang diharapkan sampai kepada pemerintah pusat agar bisa juga mengetahui permasalahan ini, Insha Allah ini akan kami kawal”, kata Bupati Saipul A Mbuinga. (Kris)




