Kemiskinan Pohuwato Menurun, Bupati Saipul Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

MBharGoNews.com – Kabupaten Pohuwato mencatat perkembangan positif dalam indikator kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin turun menjadi 13,35 persen atau berkurang 1,89 poin persentase dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar 15,24 persen.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pohuwato, Harim Imran, S.E., M.Si., saat memaparkan kondisi kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah di hadapan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Selasa (3/11/2026), di ruang kerja bupati.
Dalam pemaparannya, Harim menjelaskan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pohuwato pada tahun 2026 tercatat sebanyak 23,21 ribu orang. Jumlah ini berkurang sebanyak 2,89 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, garis kemiskinan Kabupaten Pohuwato pada tahun 2026 tercatat sebesar Rp467.406 per kapita per bulan.
Menurut Harim, penurunan persentase kemiskinan sebesar 1,89 poin persentase tersebut merupakan capaian paling signifikan sejak tahun 2015. Tren positif ini juga melanjutkan penurunan pada tahun 2025 yang mencapai 1,87 poin persentase dibandingkan tahun 2024.
Selain memaparkan perkembangan kemiskinan, Harim turut menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pohuwato. Pada triwulan II tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Pohuwato tercatat sebesar 12,61 persen, meningkat dibandingkan triwulan I tahun 2026 yang berada pada angka 10,24 persen. Adapun pada triwulan II tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 7,26 persen.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, didampingi Kepala Bapppeda Pohuwato, Rustam Melleng, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, Fadli Sanad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPS Pohuwato atas penyampaian data dan informasi terkait perkembangan kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi di daerah.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan upaya pembangunan, khususnya dalam menekan angka kemiskinan.
Bupati mengakui, tingkat kemiskinan di Pohuwato sempat mengalami peningkatan akibat dampak pandemi Covid-19, terutama pada periode 2020–2021. Namun, secara bertahap kondisi tersebut mulai membaik dan menunjukkan tren penurunan.
“Alhamdulillah, perlahan angka kemiskinan terus mengalami penurunan. Insyaallah, ke depan angka kemiskinan ini semakin berkurang,” ujarnya.
Ia menyebutkan, persentase penduduk miskin yang pada tahun 2025 berada di angka 15,24 persen kini turun menjadi 13,35 persen berdasarkan data BPS tahun 2026. Capaian ini diharapkan menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama agar angka kemiskinan dapat terus ditekan dari tahun ke tahun.
Terkait pertumbuhan ekonomi, Bupati Saipul menilai terdapat sejumlah faktor yang turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi daerah. Di antaranya pertambahan jumlah penduduk, masuknya investasi, terbukanya peluang kerja, serta meningkatnya mobilitas masyarakat.
Menurutnya, kehadiran wisatawan, pendatang, maupun masyarakat yang melintasi wilayah Pohuwato juga memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi. Aktivitas mereka, termasuk berbelanja di tempat-tempat persinggahan, turut menggerakkan sektor perdagangan dan jasa.
Selain itu, keberadaan pelabuhan dan bandara serta kelancaran arus mudik juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga ke depan pertumbuhan ekonomi Pohuwato semakin meningkat. Berbagai infrastruktur dan faktor pendukung lainnya tentu perlu menjadi perhatian pemerintah, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.




