Kabar Duka Menyelimuti Keluarga Lahay, Ruaida Guru Asal Pohuwato yang Mengabdikan Diri di Konawe, Berpulang
MBHARGONEWS.COMĀ – Kabar duka datang dari keluarga besar Lahay. Ruaida Lahay, S.Pd., seorang guru Sejarah asal Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, meninggal dunia pada Jumat (30/10/2026).
Almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.30 Wita di rumah duka, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kepergian Ruaida meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan orang-orang yang mengenalnya, terutama keluarga besar di Kabupaten Pohuwato.
Ruaida lahir di Marisa pada 18 September 1976. Ia merupakan putri dari pasangan almarhum Aswin Lahay dan almarhumah Maryam Abdullah.
Meski berasal dari Pohuwato, perjalanan hidupnya kemudian membawanya menetap di Kabupaten Konawe setelah mengikuti sang suami, Agusuyono, S.Pd., M.Pd., yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe.
Di tanah rantau tersebut, Ruaida mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik. Ia tercatat mengajar mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Amonggedo, Kabupaten Konawe.
Sebelum meninggal dunia, Ruaida diketahui sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Jakarta Barat.
Selanjutnya, almarhumah dirujuk ke Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta untuk mendapatkan penanganan dan perawatan lebih lanjut.
Namun, takdir berkata lain. Pada Jumat sore, 30 Oktober 2026, Ruaida mengembuskan napas terakhir di Kabupaten Konawe.
Semasa hidupnya, Ruaida membangun keluarga bersama Agusuyono, S.Pd., M.Pd. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak.
Anak pertamanya kini bertugas sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.
Sementara anak keduanya merupakan anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara.
Adapun anak ketiganya saat ini tengah menyelesaikan pendidikan profesi dokter atau koas, yakni tahapan pendidikan lanjutan yang wajib ditempuh mahasiswa kedokteran setelah meraih gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).
Kepergian Ruaida menjadi kehilangan besar bagi suami, ketiga anak, serta keluarga besarnya, baik yang berada di Pohuwato maupun di Konawe.
Sosoknya yang pernah mengabdikan diri di dunia pendidikan kini meninggalkan kenangan tersendiri bagi keluarga dan lingkungan tempatnya bekerja.
Keluarga besar Lahay pun berduka atas kepergian salah satu anggota keluarga mereka.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga suami, anak-anak, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.




