Uncategorized

Air Pasang Laut Genangi Pemukiman, Warga Minta Perhatian Pemkab Bolsel

MBharGoNews.com, Bolsel – Air laut kembali menggenangi pemukiman warga di Desa Salongo tepatnya di Dusun Lima Pantai Selatan. Pasalnya, hampir setiap bulan mati, hitungan bulan hijriyah, air laut selalu naik sampai ke pemukiman warga nelayan yang tinggal di wilayah pesisir pantai.

Fenomena air pasang ini sudah sering dirasakan warga, mereka hanya pasrah dengan kondisi seperti ini, mereka hanya berharap semoga saat air pasang ini, tidak berbarengan dengan datangnya gelombang besar.

“Untung saja pas aer nae tidak ada ombak besar, brani ada ombak besar tidak tau so bagimana torang kasiang (Untung saja, pas air naik ombaknya tidak terlalu besar, kalaupun ada ombak besar, tidak tahu bagaimana nasib kita, red)”, kata Harun Pongoliu salah seorang warga yang halaman belakang rumahnya di genangi air laut.

Kondisi serupa juga dibenarkan oleh beberapa warga masyarakat yang merasakan hal yang sama. Kondisi seperti ini pun diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ketua BPD Desa Salongo, Moh Idul Abubakar menuturkan, perhatian pemerintah sangat diharapkan oleh masyarakat, baik Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten bahkan Pemerintah Provinsi, dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan bahkan ketingkat Kabupaten terkait dengan persoalan air pasang ini”, kata Idul.

Diakui Idul, beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2021 Kementerian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air pada Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sulawesi I telah menggelar pertemuan konsultasi masyarakat (PKM) tentang Pembangunan DED Pengaman Pantai di Kecamatan Bolaang Uki.

“Pertemuannya saat itu juga dihadiri oleh Camat Bolaang Uki Ibu Nurhayeda Yasin bersama Sangadi Salongo, Sangadi Pinolantungan dan Sangadi Tangagah serta diikuti oleh Ketua BPD serta tokoh tokoh masyarakat dari ketiga desa diatas. Sehingga hal ini merupakan modal kita dalam membangun kembali komunikasi bersama mereka para stakeholder yang ada di Kecamatan, Kabupaten bahkan Provinsi”, ungkap Idul.

Sehingga itu, pihaknya berharap sebagai bagian dari struktur pemerintahan desa dan juga sebagai representasi masyarakat, kiranya kepada pemerintah daerah dan para anggota DPRD Bolsel, dapat membantu kami dalam menyampaikan suara hati dan penderitaan masyarakat ke Pemerintah Provinsi.

Selain itu, masyarakat desa khususnya pantai selatan ini juga berharap semoga pembangunan ded pengaman pantai bisa terealisasi di tahun 2022 akan datang.

Karena, menurut salah satu warga bahwa pembangunan ded pengaman pantai ini sudah beberapa kali dilakukan pengukuran, namun belum ada realisasinya. (Dhoel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button