Pedagang di Pohuwato Kini Bayar Retribusi Pasar Pakai Nontunai

MBharGoNews.com, Pohuwato – Dalam upaya meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan asli daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Pohuwato membuat terobosan baru dalam penarikan retribusi pasar.
Melalui Dinas Perindagkop UKM dan Badan Keuangan Daerah Kabupaten Pohuwato yang bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pemkab Pohuwato meluncurkan transaksi elektronik non tunai.
“Sesuai dengan petunjuk dan arahan Pak Bupati bahwa dimana semua retribusi pendapatan bea daerah menggunakan non tunai. Insha Allah target kita di tahun depan tujuh pasar yang dikelola akan menggunakan retribusi non tunai ini,” ujar Kadis Perindagkop UKM Pohuwato Ibrahim Kiraman, saat dikonfirmasi media ini, Kamis (11/08/2022).
Rencana untuk pasar yang akan menggunakan retribusi non tunai, baik lewat kartu gesek dan QRIS, Kadis Ibrahim Kiraman mengaku akan diberlakukan terlebih dahulu di pasar Marisa.

“Jadi, dari dua bulan lalu kita sudah sosialisasi dan hingga saat ini Alhamdulillah kita sudah menyerahkan kartu yang dimana pemberlakuannya akan kita lakukan besok di pasar Marisa”, ungkap Kiraman.
Kadis Ibrahim Kiraman juga menyebutkan, sudah ada 200 pedagang yang sudah dilakukan ujicoba menggunakan retribusi secara non tunai. “Insha Allah dalam waktu dekat kita akan menggunakan juga sistem QRIS melalui barcode”, katanya.
Terpisah, Kepala BKD Pohuwato melalui Kabid P3RD, Suslana D Wuso menuturkan, nantinya pembayaran retribusi non tunai diberlakukan dengan menggunakan layanan stroberi tagihan dari BRI. Selain itu, pembayaran retribusi pasar grosir atau petak dengan menggunakan QRIS.
Dikatakannya, pemungutan retribusi bukan hanya pasar akan beralih ke non tunai. Namun, kata dia, semua pembayaran pajak dan retribusi daerah pemungutan sudah non tunai.
Ia berharap, kedepan layanan ini dapat di manfaatkan oleh masyarakat khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan pembayaran retribusi maupun pajak daerah.
“Semoga OPD-OPD lain juga akan segera mensosialisasikan tata cara pembayaran secara non tunai dengan menggunakan QRIS. Karena, saat ini sudah ada beberapa OPD yang sudah keluar barcode QRIS nya”, katanya.
“Insha Allah dengan kita alihkan pemungutan dari tunai ke non tunai, dapat meningkatkan penerimaan asli daerah”, imbuhnya. (Kris)




