Uncategorized

Terapkan Dasa Dharma Pramuka, SMPN 1 Marisa Gelar Perkemahan Penerimaan Tamu Penggalang

 

MBharGoNews.com, Marisa – Dalam kepramukaan, penerimaan tamu penggalang adalah kegiatan wajib bagi siswa dan siswi baru, untuk melakukan pindah tingkatan dari siaga (SD) ke penggalang (SMP).
Maka, SMP Negeri 1 Marisa bekerjasama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Pohuwato dan Sangga Kerja Pramuka, menggelar Perkemahan Penerimaan Tamu Penggalang, bertempat di halaman SMP Negeri 1 Marisa, Kamis (21/07/2022).

Dalam kegiatan upacara pembukaan Perkemahan Penerimaan Tamu Penggalang, langsung dikomando oleh Kamabigus Syahrir Panu, S.Pd., M.Pd yang juga selaku Kepala SMP Negeri 1 Marisa.

Kegiatan tersebut juga di ikuti oleh Sekretaris Kwarcab Pramuka Pohuwato Visran Vick Ahmad, Kakak-kakak Pembina Pramuka SMPN 1 Marisa, Adik-adik Pramuka Garuda serta para peserta Penerimaan Tamu Penggalang.

Sementara itu, tercatat total peserta Penerimaan Tamu Penggalang yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 182 peserta didik.

Kamabigus Syahrir Panu yang juga selaku Kepala SMP Negeri 1 Marisa mengabarkan, kegiatan penerimaan tamu penggalang sehubungan dengan beralihnya Adik-adik peserta dari SD yang disebut sebagai ‘Pramuka Siaga’, ke ‘Pramuka Penggalang’ yakni SMP.

Dikatakannya, tujuan penerimaan tamu penggalang sebagai salah satu kegiatan untuk menanamkan kedisiplinan dan pembentukan karakter kepemimpinan bagi siswa-siswi.

Nantinya, kata Syahrir, semua kebiasaan tentang kepramukaan siaga dirubah secara bertahap dan mereka akan mendapatkan ilmu-ilmu tentang kepramukaan penggalang.

Syahrir berharap, kegiatan tersebut bisa diikuti dengan sebaik-baiknya oleh peserta, sehingga apa yang menjadi harapan dan tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan akan berhasil dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.

“Harapannya untuk adik-adik, penerapan disiplin kepramukaan itu semakin melekat dan di kolaborasikan dengan tata tertib yang ada di sekolah. Sehingga dengan mereka mendapatkan materi dari pramuka, mereka bisa menjadi orang yang disiplin, dan dapat bekerja sama, sehingga bullying antar sesama tidak akan terjadi, ketika ada perbedaan agama itu tidak menjadi satu perbedaan sehingga dasa Dharma Pramuka secara keseluruhan itu akan diterapkan disini”, kata Syahrir Panu menambahkan. (Kris)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button