Lahan Kritis di Pohuwato Capai 22.922 Hektare, Ini Upaya Pemerintah

MBharGoNews.com, Pohuwato – Berdasarkan data yang ada saat ini, lahan kritis di Kabupaten Pohuwato luasnya mencapai 22.922 hektare atau lebih kurang 5,40% dari luas wilayah. Terhadap kondisi tersebut, pemerintah baik pusat dan daerah terus melakukan upaya penanggulangan.
Sebagaimana disampaikan Bupati Pohuwato yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Arman Mohamad ketika membuka sosialisasi kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDASHL) Provinsi Gorontalo tahun 2022, yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Pohuwato, pada Rabu (27/07/2022).
Menurut Arman, penyelengaraan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.
Dimana, lanjut Arman, salah satu bentuk kegiatan RHL adalah reboisasi yaitu upaya penanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong, alang-alang atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan.
“Reboisasi secara umum ditujukan untuk mengembalikan fungsi hutan baik sebagai fungsi perlindungan, konservasi sumberdaya alam maupun fungsi produksi”, terangnya.
Keberadaan kawasan hutan yang sebagian besar tersebar di morfologi DAS bagian hulu dan tengah menyebabkan sebagian besar kawasan hutan mempunyai fungsi hidroorologis sebagai wilayah resapan air (recharge area) bagi DAS tersebut.
Oleh karena itu, kata Arman, kegiatan reboisasi di semua fungsi kawasan hutan menempati prioritas utama dalam pengelolaan DAS.
Pemerintah, ujar Arman, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara terus menerus memfasilitasi kegiatan reboisasi untuk memperbaiki dan mempertahankan fungsi hutan.
Pada tahun 2022, sasaran kegiatan reboisasi diarahkan pada lahan kritis yang berada pada DAS Prioritas, DAS Rawan Bencana, DTA Waduk, dan DTA Danau Prioritas.
“Sampai dengan saat ini luas lahan kritis di provinsi gorontalo adalah 217.178 Ha atau sekitar 19,29% dari total wilayah provinsi gorontalo. Di kabupaten pohuwato sendiri, luas lahan kritis mencapai 22.922 Ha atau lebih kurang 5,40% dari luas wilayah. Upaya penanggulangan lahan kritis terus dilaksanakan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah kabupaten pohuwato juga selalu mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk kegiatan rehabilitasi pada lahan-lahan masyarakat”, jelasnya.
Selebihnya atas nama Pemkab Pohuwato, Arman Mohamad mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang telah mengalokasikan kegiatan RHL yang cukup besar untuk perbaikan kondisi hutan di Kabupaten Pohuwato.
“Saya berharap agar upaya rehabilitasi hutan dan lahan yang kita laksanakan dapat berjalan dengan lancar dan berhasil mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya”, harapnya. (Kris)




