Uncategorized

BPS Pohuwato: Karya Nyata Kepemimpinan SMS di Bidang Ekonomi Mulai Nampak

MBharGoNews.com, Pohuwato – Kabupaten Pohuwato yang terbentuk pada tahun 2003 merupakan kabupaten paling ujung bagian barat di Provinsi Gorontalo. Sejak resmi memisahkan diri dari Kabupaten Boalemo sebagai kabupaten induk, maka saat ini Pohuwato pun mulai memperlihatkan kemajuan perekonomiannya.

Salah satu indikator kemajuan ekonomi tersebut adalah dengan adanya kondisi ekonomi daerah yang mulai menampakkan pertumbuhan dari waktu ke waktu.

Dari data yang ada, Pohuwato mencatat mengalami peningkatan pertumbuhan ekonominya dari tahun ke tahun, dan angka pertumbuhan tersebut juga berada diatas angka pertumbuhan ekonomi Indonesia secara nasional.

Dengan kepemimpinan Saipul A Mbuinga sebagai Bupati dan Suharsi Igirisa sebagai Wakil Bupati di Kabupaten Pohuwato saat ini, banyak kalangan yang menaruh keyakinan besar pintu gerbang ekonomi Pohuwato akan terbuka lebar.

Benar saja, Bupati Saipul A Mbuinga dan Wakil Bupati Suharsi Igirisa pun langsung tancap gas guna memacu kemajuan ekonomi daerah. Dan salah satu program yang dicanangkan oleh Bupati Saipul A Mbuinga dan Wakil Bupati Suharsi Igirisa pada awal kepemimpinan SMS adalah pembangunan infrastruktur daerah.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pohuwato Ir Abdul Asman, M.Si melalui Kepala Tata Usaha Aziz Panigoro, SE, dalam konsep teori regional, salah satu infrastruktur yang penting ialah jalan. Dan tampaknya, Bupati Saipul A Mbuinga dan Wabup Suharsi Igirisa menyadari hal tersebut. Sehingga pada tahun ini banyak proyek pembangunan jalan yang dilaksanakan.

“Jalan tersebut menjadi sangat penting keberadaannya. Dengan dibangunnya jalan, maka tentu diharapkan distribusi barang dari dan ke Pohuwato lebih mudah sehingga perekonomian riil pun dapat bergerak dengan baik”, ujar Aziz kepada M’BharGoNews.com, di ruang kerjanya, Rabu (02/02/2022).

Ada tiga besar, katanya, sektor yang menyumbang terjadinya pertumbuhan ekonomi tersebut, yakni pertama pertanian, kedua perdagangan, hotel dan restoran, dan yang ketiga terjadi pada sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan.

Namun demikian, menurut Aziz, ada pula sektor yang kontribusinya menurun. Sektor tersebut ialah pengangkutan dan komunikasi. Meski sudah banyak jalan yang dibangun, namun nampaknya hal tersebut belum mampu berkontribusi secara langsung dalam pertumbuhan ekonomi.

“Penyebabnya adalah kurangnya jumlah pungutan jalan raya dan masih belum adanya tempat dan jasa penunjang angkutan yang cukup memadai”, jelas Aziz.

Dikatakannya, saat ini BPS sedang menghitung angka dan pertumbuhan ekonomi Pohuwato tahun 2021. Meski begitu, Pemkab Pohuwato seyogyanya mulai memperhatikan sektor-sektor yang masih belum berkembang.

“Ada tiga sektor yang memerlukan perhatian. Yakni sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor kelistrikan, gas dan air bersih, serta sektor bangunan”, ungkap Aziz.

Pada sektor pengangkutan dan komunikasi, menurut dia lagi, Pemkab dapat menambah jumlah trayek, membangun terminal, serta mendorong tumbuhnya jumlah pengemudi angkutan yang berasal dari Pohuwato.

Untuk mendorong sektor kelistrikan, gas, dan air bersih, katanya, Pemkab dapat membenahi percepatannya dan mempromosikan penyambungan baru air bersih ke rumah-rumah.

“Sementara disektor bangunan, Pemkab Pohuwato juga perlu membangun infrastruktur bangunan yang vital”, ujar Aziz dengan memberi contoh, yakni dengan membangun Kantor-kantor OPD, rumah sakit, pasar dan lain sebagainya.

Dan kesemuanya itu, tambah Aziz, kini sedang dilakukan oleh Bupati Saipul A Mbuinga dan Wabup Suharsi Igirisa bersama satuan kerja yang diyakini mampu bekerja sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Sehingga kini banyak pihak yang optimis bahwa kepemimpinan Bupati Saipul A Mbuinga dan Wabup Suharsi Igirisa akan membawa perubahan yang bermanfaat bagi kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini. (Kris)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button