Sukses Di Pasar Marisa, Disperindagkop Pohuwato Kini Sosialisasikan QRIS di Popayato

MBharGoNews.com, Popayato – Setelah sukses di Pasar Tradisional Marisa terkait sosialisasi sistem pembayaran retribusi secara non tunai melalui digital QRIS. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Pohuwato melakukan hal yang sama di pasar popayato dengan topik sosialisasi retribusi non tunai secara digital.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kadis Perindagkop dan UKM Kabupaten Pohuwato Ibrahim Kiraman, SE kepada awak media usai agenda sosialisasi, Senin (16/08/2022) malam.
Kadis Ibrahim Kiraman mengungkapkan, untuk pasar tradisional Marisa, pelaksanaan retribusi secara non tunai melalui digitalisasi telah berjalan selama sepekan.
“Pasar marisa sudah satu minggu ini menggunakan pembayaran retribusi secara non tunai. Nah, pasar kedua yang dilaksanakan sosialisasi retribusi non tunai hari ini adalah pasar popayato”, ungkap Kiraman.
Ibrahim Kiraman mengaku, sejauh ini pihaknya terus mensosialisasikan penggunaan teknologi digitalisasi ini di semua pasar sebagaimana harapan Bapak Bupati Saipul Mbuinga, ditahun 2023 semua pasar sudah menggunakan teknologi digitalisasi untuk pembayaran retribusi non tunai.
“Target kita semua pasar sudah menggunakan teknologi digitalisasi untuk pembayaran retribusi non tunai ini, Insha Allah tahun 2023 akan tercapai secara maksimal”, kata Kiraman yakin.
Guna mendukung pembayaran retribusi secara non tunai, tentu saja mantan Camat Duhiada’a berharap ini merupakan langkah yang harus didukung oleh seluruh stakeholder, agar kebobolan retribusi dapat diminimalisir dan target PAD bisa tercapai. (Kris)




