Wakil Bupati Pohuwato Godok Anggaran di Kemenkes RI

MBharGoNews.com, Jakarta – Didampingi Direktur RSUD Bumi Panua, dr. Yenni Ahmad, Wakil Bupati Pohuwato Hj Suharsi Igirisa melakukan upaya penggodokan anggaran guna merealisasikan klaim pembayaran penanganan covid-19, di Dirjen Yankes Kementerian Kesehatan RI, Selasa (30/11/2022).
Pada kesempatan tersebut, Wabup Pohuwato Suharsi Igirisa berhasil bertemu dengan Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes), Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D., Sp.THT-KL (K) MARS, di ruang kerjanya. Dan lobi-lobi pun berlangsung.
Menurut Wabup Suharsi Igirisa, maksud pertemuan di Kemenkes untuk membahas percepatan realisasi klaim pembayaran penanganan pasien covid-19 di RSUD Bumi Panua.
Untuk nilai pastinya, Wabup Suharsi sendiri mengaku sebesar Rp.8,4 Milyar yang akan dibayarkan paling lambat minggu depan.
“Alhamdulillah, klaim pembayaran penanganan pasien covid-19 di RSUD Bumi Panua untuk 2021 tersebut mendapat respon dari Pak Dirjen”, kata Wabup Suharsi.
Disamping itu, diserahkan pula proposal untuk permohonan CT scan yang ada di RSUD Bumi Panua. Untuk itu, Suharsi berharap kiranya Pemkab Pohuwato bisa dibantu dengan program yang ada di Kemenkes RI.
Bukan itu saja, Wabup Suharsi Igirsa menyampaikan mengenai rumah sakit pratama yang ada di Kecamatan Lemito.
“Ya, untuk Rumah Sakit Pratama diminta oleh dirjen untuk segera dioperasikan, soal izin pemanfaatannya dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten, tidak perlu izin dari Kemenkes, daerah juga diminta untuk menyiapkan sumber daya tenaga kesehatan untuk RS Pratama”, terang Wabup Suharsi.
Sementara itu, menurut Direktur RSUD Bumi Panua, dr Yenni Ahmad saat dikonfirmasi mengatakan, klaim sejumah Rp.8,4 Milyar itu adalah klaim untuk covid-19 dari Kemenkes RI ke rumah sakit daerah terhitung sejak Juni hingga Oktober 2021.
Kemudian untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSBP, pihaknya juga mengusulkan untuk pengadaan CT scan.
“Karena mengingat RSBP adalah rumah sakit yang paling ujung barat dari provinsi gorantalo yang berbatasan dengan daerah sulawesi tengah dan jauh dari pusat kota serta menjadi pusat rujukan dari kedua daerah yang berdekatan dengan kabupaten pohuwato”, kata dr. Yenny Ahmad.
Untuk rumah sakit pratama, katanya, akan segera difungsikan sebab izinnya dari dinas kesehatan langsung dan bukan melalui kementerian kesehatan.
“Insha Allah ini secepatnya akan di fungsikan, karena keberadaan dari rumah sakit pratama sangat dibutuhkan oleh masyarakat wilayah barat khususnya”, ujarnya. (Kris)



