Pangdam XIII/Merdeka Tinjau Pani Gold Mine Pohuwato, Soroti Kerusakan Lahan di Luar Area Perusahaan

POHUWATO, MBHARGONEWS.COM – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., melaksanakan kunjungan kerja ke kawasan pertambangan Pani Gold Mine di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sabtu (24/01/2026) kemarin.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung operasional perusahaan serta memastikan penerapan tata kelola lingkungan sesuai kaidah pertambangan yang baik dan benar (Good Mining Practice).
Perwira tinggi TNI AD kelahiran 15 Januari 1969 ini disambut langsung oleh Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Abidin.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Sihotang dan Dandim 1313/Pohuwato Letkol Arm. Fiat Suwandana, S.Sos.
Rombongan Pangdam melakukan peninjauan dari area ketinggian (view point) untuk melihat secara menyeluruh kondisi kawasan pertambangan.
Di lokasi tersebut, Pangdam menerima paparan terkait tata letak area, zonasi wilayah, teknik konstruksi pertambangan, hingga aktivitas operasional yang tengah berlangsung di Pani Gold Mine.
Untuk memperoleh gambaran visual yang lebih komprehensif, rombongan juga melakukan pemantauan udara menggunakan drone.
Dari hasil pantauan tersebut, Pangdam menyoroti kondisi lingkungan di luar batas operasional perusahaan yang terlihat mengalami degradasi lahan cukup signifikan.
“Kerusakan lahan di luar area perusahaan ini cukup serius karena tidak dikelola dengan standar lingkungan yang seharusnya. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Mayjen TNI Mirza Agus di sela-sela dialog dengan jajaran manajemen.
Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan di dalam area Pani Gold Mine, aktivitas pertambangan dinilai telah berjalan sesuai dengan prinsip Good Mining Practice serta tata kelola lingkungan yang baik dan profesional.
Pati lulusan Akmil 1990 dari kecabangan Infanteri (Kopassus) ini pun mengapresiasi komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan di wilayah operasionalnya.
Mantan Danrem 032/Wirabraja ini mengatakan, praktik pertambangan yang terstandarisasi menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi dan melihat langsung kondisi di lapangan. Saya berterima kasih kepada Pani Gold Mine yang telah menjaga lingkungan dengan baik dan profesional di dalam areanya,” tegas mantan Direktur Lembaga Secapa AD ini.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan penegasan komitmen bersama antara unsur TNI dan pihak perusahaan untuk terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan.
Hal ini dinilai penting agar operasional pertambangan yang taat aturan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian alam, khususnya di tengah tantangan kerusakan ekosistem di wilayah sekitar.




