Akui Persoalan di Desa Belum Tuntas, Rikon Manumbi Harap Cakades Terpilih Bisa Tuntaskan Program Desa

MBharGoNews.com, Pohuwato – Penjabat Kepala Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Rikon Manumbi, SH menaruh harapan besar kepada calon Kepala Desa terpilih nantinya mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinannya menyangkut pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat.
Rikon mengaku, tidak sedikit program kerja Pemerintah Desa (Pemdes) yang dirasanya belum tercapai saat dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Bulangita periode 2016-2022.
Olehnya itu, sejalan akan dilaksanakannya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2022 ini, dirinya berpesan bagi calon kades terpilih, nantinya mampu menjaga komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah, menyangkut penyelesaian persoalan yang ada di Desa terkait bagaimana hal-hal yang pokok mendasar, kebutuhan pokok masyarakat, itu yang perlu disupport.
Sebab, menurut Rikon, persoalan yang ada di Desa Bulangita hingga saat ini, sangatlah beragam mulai dari program jamban sehat yang belum maksimal, kemudian anak putus sekolah hingga maraknya kasus pernikahan siri yang berimbas pada sulitnya saat mengurus bantuan.
“Program jamban sehat kemarin alhamdulillah kita dipercayakan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Perkim dari 2018 sampai 2022 itu ada sekitar 89 rumah sudah terakomodir, masih ada kurang 38 rumah yang belum, jika itu tuntas seperti janji Perkim, maka ada pemerataan didalam desa terkait kehidupannya dan saya jamin tidak ada lagi yang namanya si miskin, soal perekonomiannya itu menyusul”, kata Rikon Manumbi, saat ditemui di kediamannya, Selasa (12/07/2022).
Selain itu, Rikon juga menyebutkan, terkait permasalahan anak putus sekolah akibat faktor ketidakmampuan orang tua dalam memberikan uang jajan dan transport ketika anak mengenyam pendidikan.
Disinilah, kata Rikon, butuh langkah-langkah konkrit dari pemda, apa saja yang akan dibuat oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk mengatasi hal tersebut.
“Dan itu saya coba kolaborasikan kemarin, bagaimana stunting tidak terjadi di desa, kemudian kedua, anak-anak lanjut sekolahnya dan ketiga meningkatkan pendapatan abang-abang bentor”, ungkap Rikon.
Untuk itu, kata Rikon lagi, diharapkan khususnya kepada cakades terpilih, terkait persoalan yang ada di Desa Bulangita untuk tidak henti-hentinya berkoordinasi dengan pemerintah daerah apalagi terkait dengan anak-anak putus sekolah ini.
“Karena pada dasarnya, tolak ukur keberhasilan suatu desa bukan diukur dari banyaknya anggaran, melainkan dari sumber daya manusianya, walaupun anggaran sedikit yang dikelola oleh pemerintah desa, tapi ketika sumber daya manusia disatu desa itu sudah bagus dan diatas rata-rata, maka itu akan berhasil, sehingga nantinya mampu mengelola potensi yang ada di Desa”, kata Rikon Manumbi. (Kris)




