Ini Harapan Nasir Giasi Pada Reses Kedua Di desa Teratai

M’Bhargo,Pohuwato- Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi kembali melakukan Reses kedua masa persidangan ke-3 periode 2019-2024 Nasir Giasi Daerah pemilihan Marisa – Duhiadaa – Buntulia – Patilanggio di Desa Teratai Kecamatan Marisa, Jum’at (4/03).
Dihadapan OPD, masyarakat, Pemerintah Kecamatan Marisa dan Kepala-kepala Desa Nasir Giasi, memaparkan persoalan masalah banjir di ibu Kota Marisa yang terus menjadi aspirasi masyarakat.
“Masalah banjir ini terus terjadi disetiap musim hujan, dan kami dari pemerintah daerah dan DPRD setiap kali terjadi banjir kami selalu turun melihat langsung kelapangan, dan saat ini beberapa design untuk penanganan banjir sudah masuk ke kami,” Kata Nasir Aleg Partai Golkar
Bahkan legislator Golkar itu juga mengaku sering menerima laporan yang berkaitan dengan banjir. Nasir sendri menegaskan melalui reses dirinya lebih banyak mendengar sehingga aspirasi tersebut bisa menjadi pokok pikiran yang akan ditindaklanjuti lewat Musrenbang Kecamatan dan akan dilanjutkan ke Musrenbang Kabupaten.
“Sehingga pada reses ini tidak hanya sekedar mancari solusi, tapi bagaimana juga meningkatkan kesadaran berfikir masyarakat yang tinggal di ibu kota Marisa yang berkaitan dengan persoalan banjir, ini baru pohon yang tumbang di depan rumah sudah masuk di Facebook, sapi yang berkeliaran sudah teriak-teriak mana Satpol,” Jelas Nasir ketua DPRD Pohuwato 2 periode.
Sebagai masyarakat ibu kota, Nasir meminta agar masyarakat ikut membantu pemerintah dalam sistem perencanaan, karna ini butuh manset berfikir yang sama untuk membangun sama-sama ibu kota Marisa.
“Sama-sama kita menyatukan pemikiran, agar kita yang berada diruang lingkup ibu kota bisa satu pemikiran untuk membangun daerah, apalagi untuk saat ini kita di daerah mengalami penurunan ABPD yang cukup besar dari pemerintah pusat,” Tukasnya.
Disamping persoalan banjir, Nasir juga menyentil persoalan nama-nama jalan yang akan segera dibuat oleh pemerintah daerah.
“DPRD juga sementara menggagas nama-nama jalan dan sudah ada 56 nama jalan yang sementara masih di uji publik, dan itu kami ambil dari nama-nama tokoh yang sebentar lagi akan kita paripurnakan, tapi kami juga masih menerima masukan – masukan hingga saat ini,” Tutupnya




