DAERAH

Kekompakan Relawan Sppg Mootilango Jadi Kunci Sukses Distribusi Makanan Bergizi

M’Bhargonews.com_GORONTALO- Kekompakan dan disiplin kerja para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kecamatan Mootilango menjadi faktor utama kelancaran distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis kepada siswa di wilayah kerja. Di tengah berbagai dinamika, solidaritas yang terbangun di internal tim justru menjadi kekuatan moral yang menjaga keberlangsungan program.

Liputan di lapangan pada Sabtu, (05/09/26) pukul 10.35 Wita,di Desa Paris, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menunjukkan aktivitas dapur SPPG berjalan tertib dan sistematis. Sejumlah pihak terkait turut hadir meninjau langsung, di antaranya Ramlan Modjo selaku Mitra SPPG Mootilango dan Aslap Rahayu Usman S.Kom selaku Asisten Lapangan. Kehadiran mereka menjadi bentuk pengawasan sekaligus dukungan terhadap kinerja relawan di lapangan.

 

Kepala SPPG Mootilango menegaskan bahwa fondasi utama operasional pihaknya adalah ketaatan pada Standar Operasional Prosedur. SOP tersebut mengatur secara rinci alur kerja mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengendalian mutu, hingga penanganan limbah. ā€œSOP bukan sekadar dokumen, ia adalah kompas etika dan teknis kami agar setiap porsi makanan memenuhi aspek keamanan pangan dan gizi seimbang,ā€ ujarnya.

 

Salah satu tahapan krusial yang dijalankan setiap hari adalah kegiatan _CURVE_. _CURVE_ merupakan akronim dari *Cek, Urus, Rakit, Verifikasi, dan Eksekusi*. Tahapan ini menjadi kerangka kerja harian untuk memastikan makanan yang dihasilkan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan tepat waktu sampai ke sekolah.

 

Pada tahap _Cek_, relawan melakukan verifikasi kualitas bahan baku. Tahap _Urus_ mengatur pembagian stasiun kerja secara adil. _Rakit_ adalah proses memasak sesuai panduan ahli gizi. _Verifikasi_ dilakukan oleh penanggung jawab dapur untuk memastikan rasa, takaran, dan kebersihan. Terakhir, _Eksekusi_ adalah pendistribusian menggunakan armada yang sudah dijadwalkan per rute sekolah.

 

*Aslap Rahayu Usman, http://S.Kom* menambahkan bahwa kunci kelancaran _CURVE_ ada pada koordinasi antar tim. ā€œKami di lapangan memastikan setiap stasiun terisi dan SOP dijalankan. Ketika semua paham tupoksinya, maka pekerjaan jadi ringan karena dikerjakan bersama,ā€ jelasnya.

 

Yang menarik, kekompakan relawan terlihat nyata dalam manajemen waktu. Seluruh relawan SPPG Mootilango memulai aktivitas tepat waktu, yakni *pukul 08.00 Wita*, dan bekerja secara berkelanjutan hingga seluruh rangkaian _CURVE_ dan distribusi selesai. Tidak ada jeda yang berarti, karena setiap orang memahami bahwa keterlambatan satu menit di dapur akan berdampak pada keterlambatan ratusan anak di sekolah.

 

*Ramlan Modjo selaku Mitra SPPG Mootilango* mengapresiasi dedikasi para relawan. ā€œSaya melihat sendiri bagaimana mereka bahu membahu dari jam 8 pagi sampai tuntas. Komitmen seperti ini yang membuat program MBG di Mootilango bisa berjalan dengan baik. Ini bukan soal upah, tapi soal pengabdian,ā€ ungkapnya.

 

Dalam konteks kebijakan publik, kekompakan semacam ini memiliki nilai strategis. Program MBG tidak hanya soal pemenuhan kalori, tetapi juga soal tata kelola yang akuntabel dan partisipatif. Ketika relawan bekerja dengan integritas dan koordinasi tinggi, maka potensi inefisiensi dan penyimpangan dapat ditekan sejak di tingkat operasional. Ke depan, pihak SPPG Mootilango berkomitmen mempertahankan budaya kerja ini sekaligus terus melakukan evaluasi, termasuk menindaklanjuti masukan masyarakat terkait lingkungan. ā€œKekompakan kami akan kami arahkan juga untuk perbaikan. Karena tujuan akhirnya sama, anak-anak sehat, lingkungan terjaga, dan program ini berjalan berkelanjutan untuk Gorontalo,ā€ pungkas Kepala SPPG.

 

*M’Bhargonewscom*

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button