Uncategorized

Hadiri Upacara Adat ‘Tulude’, Bupati Saipul: Kebersamaannya Sangat Luar Biasa

 

MBharGoNews.com, Pohuwato – Kali pertama sejak menjabat Bupati, orang nomor satu di Pohuwato itu berkesempatan hadir pada upacara adat tulude di Desa Karangetang, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Senin (31/01/2022).

Upacara yang dilangsungkan di lapangan Desa Karangetang itu, turut dihadiri Dandim 1313 Pohuwato, Letkol Inf Togu P.G Malau, Anggota DPRD Pohuwato, Ketua Adat Nusa Lawo Kabupaten Pohuwato, Erik Kasombang, Ketua Lembaga Adat Desa Karangetang, Pdt. Mosel Mamuko dan Camat Dengilo, Nakir Ismail.

Kehadiran Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga bersama rombongan disambut dengan adat suku sangihe, sejak turun dari mobil menuju tempat pelaksanaan kegiatan oleh suku yang sudah menetap di Desa Karangetang.

Kegiatan adat berlanjut sampai pada pemotongan kue tamo oleh tokoh adat suku sangihe.

Dikatakan Bupati Saipul, pergelaran adat tulude ini menjadi media untuk merefleksi kembali diri, terhadap nikmat serta anugerah Tuhan yang telah diberikan selama setahun yang lalu dan menjadi motivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi di tahun-tahun kedepannya.

Bupati Saipul A Mbuinga berharap, adanya pagelaran adat tulude ini mampu mengedukasi masyarakat sehingga mampu memahami secara komprehensif tentang nilai-nilai dan norma yang terkandung dalam adat istiadat, suku dan budaya di Indonesia terutama di Kabupaten Pohuwato serta menjadi momentum untuk merawat toleransi antar elemen masyarakat demi terwujudnya masyarakat majemuk yang toleran terhadap segala perbedaan.

“Saya bersyukur mendapat undangan untuk mengikuti acara adat istiadat dari suku sangihe yang baru pertama kali saya ikuti semenjak menjabat sebagai Bupati. Alhamdulillah, kebersamaannya sangat luar biasa, yang paling menarik pada saat berlangsungnya acara dan pada saat masuk adzan Maghrib kami diberikan kesempatan untuk melaksanakan shalat. Ini kerukunan beragama yang nantinya terus kita jaga bersama”, ungkap Bupati Saipul.

Sementara itu, Ketua Adat Nusa Lawo Kabupaten Pohuwato, Erik Kasombang menjelaskan, bahwa tulude sendiri kata dasarnya suhude atau menolak, yang pada intinya adalah satu acara ucapan syukur warga sangihe.

“Dan tidak mengenal agama apa, karena warga sangihe itu ada yang muslim dan juga kristen. Kemudian ungkapan syukur ketika kami bisa melewati tahun 2021 dengan berbagai dinamika dan menyongsong tahun 2022 dengan satu optimisme yang sangat luar biasa”, terang Erik.

“Terima kasih kepada Bupati Pohuwato yang berkesempatan hadir mengikuti upacara tulude untuk warga sangihe khususnya di desa karangetang”, imbuhnya. (Kris)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button