Miris…!! Arena Bermain Anak-anak & Keluarga di Desa Motolohu Randangan Terindikasi Judi

MBharGoNews.com, Pohuwato – Sungguh sangat miris kalau kita jalan-jalan untuk membawa anak-anak dan keluarga dihari libur ke lokasi arena permainan Anak-anak & keluarga yang bernama Hoya-hoya.
Dimana lokasi yang kita ketahui sebagai pasar malam atau yang biasa disebut Hoya-Hoya merupakan hiburan untuk anak-anak. Bahkan, sampai di kalangan dewasa. Di hiburan tersebut tersedia beraneka ragam permainan yang dominannya kebanyakan permainan untuk Anak-anak, mulai dari kincir putar, kereta putar, Kuda-kudaan, dan lainnya sebagainya.
Tak hanya itu, permainan Hoya-Hoya dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi para pedagang di lokasi itu. Namun apa jadinya bila di hiburan tersebut ada beberapa permainan yang mengarah ke indikasi perjudian.
Salah seorang Aktivis dari Lembaga Aksi Bela Rakyat (Labrak), Andika Lamusu menuturkan, bahwa dirinya sangat menyetujui ada hiburan rakyat di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato tepatnya di Desa Motolohu.

Disamping memberikan keuntungan kepada para pedagang kecil, Hoya-hoya juga memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung di pasar malam itu. Namun, dirinya beranggapan lain bila dipermainan itu di hadirkan permainan yang mengarah ke indikasi perjudian.
“Ini ada kesan yang buruk bila dipertontonkan didepan Anak-anak, memori Anak-anak itu kuat, apa yang dilihatnya sudah pasti mereka akan menirunya”, tutur Andika, kepada MBharGoNews.com, Rabu (13/04/2022).
“Mungkin pada saat ini tidak, tapi bila dewasa kelak pastilah akan berbaur pada permainan itu. Apalagi sering didengarkan Cerita-cerita soal permainan tersebut yang membawa keuntungan bila menang. Pastilah Anak-anak akan tergiur. Anak-anak mana sih yang tidak terpengaruh bila diceritakan soal permaian tersebut yang membawa peruntungan bila menang”, lanjut Andika geram.
“Belum lagi para remaja, bila terpengaruh dengan permainan tersebut. Ya syukur-syukur kalau ada uangnya, kalau tidak ada ? Pastilah pikiran negatif akan muncul, bagaiman cara mendapatkan uang, dan pasti akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Andika Lamusu yang juga merupakan Sekretaris LSM Labrak ini pun berharap kepada aparat Kepolisian Sektor Randangan dan Pemerintah Kecamatan Randangan, untuk segera menertibkan lokasi permainan tersebut.
“Saya minta ini ditindaklanjuti karena ini kuat dugaan sudah jadi arena permainan judi”, harapnya. (Dika)




