DAERAH

Taufik Buhungo: Sita Sekarang 9 Alat Berat Penambang Pasir Putih Ilegal di Mootilango

M’Bhargo, Gorontalo (Kabgor)-— Saudara-saudara sebangsa! Cukup sudah kita berpura-pura buta. Di Desa Mootilango, Kecamatan Mootilango, gunung pasir putih kita sedang dijarah terang-terangan. Dan yang lebih memalukan, 9 alat berat milik penambang ilegal itu hari ini masih berdiri gagah, diparkir rapi, seolah menunggu aba-aba untuk kembali merusak.

 

Saya Taufik Buhungo, berdiri di sini bukan sebagai pribadi. Saya berdiri mewakili suara rakyat yang ada di Mootilango* Suara ibu-ibu yang sawahnya retak. Suara bapak-bapak yang irigasinya mati. Suara anak-anak yang tiap hari menghirup debu putih. Saya berdiri untuk mengingatkan bahwa hukum tidak boleh pilih kasih.

 

Rakyat ambil satu karung pasir putih untuk urug halaman bisa diproses hukum. Sementara korporasi keruk satu gunung dengan 9 beko hanya diberi surat “peringatan”. Ini bukan penegakan hukum. Ini dagelan yang melukai nurani. Ini penghinaan terhadap keadilan.

 

Lihatlah buktinya! Sungai keruh. Sawah retak. Debu putih beterbangan masuk ke paru-paru anak-anak kita. Itu semua hasil dari 9 alat berat yang katanya sudah “dihentikan”. Dihentikan dari mana? Buktinya mesinnya masih ada, sopirnya masih mondar-mandir, dan bosnya masih bebas. Kalau ini bukan pembiaran, lalu namanya apa?

 

Dan jangan lupa, negara dirampok dua kali di sini. Pertama, pasir putih itu tidak pernah bayar pajak, tidak pernah bayar PNBP ke negara. Sepeser pun. Kedua, nanti giliran banjir bandang, giliran longsor, giliran jalan provinsi rusak, yang disuruh tanggung kita lagi. Pakai APBD. Pakai keringat rakyat Gorontalo. Perampokan macam apa ini?

 

Katanya kita darurat efisiensi. Katanya anggaran harus ketat. Tapi kita rela keluarkan miliaran untuk memperbaiki kerusakan akibat keserakahan 9 beko ini. Itu bukan efisiensi. Itu pembodohan. Itu kita memberi makan perusak, lalu menyuruh rakyat yang membersihkan muntahannya.

 

Karena itu saya bertanya langsung kepada APH: Polres Gorontalo, Kejaksaan Negeri, DLH Kabupaten Gorontalo. Apa yang kalian tunggu? Surat sakti? Restu dari langit? Bukti sudah menumpuk. Kerusakan sudah nyata. *SITA SEKARANG 9 ALAT BERAT PENAMBANG PASIR PUTIH ILEGAL DI MOOTILANGO!* Jangan ditunda. Jangan dinego. Karena setiap hari penundaan adalah satu hari lagi kemenangan bagi para penjahat lingkungan.

 

Jangan berlindung di balik dalih “proses”. Rakyat Mootilango sudah memproses dengan cara mereka: menyegel, berdemo, berteriak. Jika negara tidak hadir hari ini, maka jangan salahkan kami jika besok kami yang mengambil alih. Karena saat hukum mati, maka keberanian rakyat akan hidup.

 

Ingat! Pasir putih Mootilango bukan milik segelintir orang. Itu warisan. Itu paru-paru tanah Gorontalo. Itu masa depan anak cucu kita. Jika hari ini kita diam karena takut kehilangan jabatan, maka 10 tahun lagi kita akan kehilangan tanah air sendiri. Dan itu dosa yang tidak akan pernah terampuni.

 

Maka sekali lagi saya katakan dengan lantang mewakili rakyat Mootilango: “SITA SEKARANG! USUT TUNTAS SIAPA DALANGNYA!”, Cabut semua alat berat itu dari TKP. Jangan ada lagi kata “diparkir”. Karena TKP bukan tempat parkir. TKP adalah tempat kejahatan. Dan kejahatan harus disita, bukan dielus. Jika tidak, maka kami rakyat akan membuktikan bahwa keadilan tidak butuh seragam, keadilan hanya butuh keberanian. Merdeka!

 

*M’Bhargonewsco

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button